Beranda Budaya Saat Harapan Itu Datang ke Tulung Selapan

Saat Harapan Itu Datang ke Tulung Selapan

14
0
BERBAGI
Pemkab OKI Gelar Layanan Terpadu

Di pagi yang cerah di Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, suasana Kantor Camat mendadak berubah seperti pasar rakyat.

Ratusan warga datang membawa map berisi dokumen. Ada yang menenteng bayi, ada pula yang berboncengan motor dari desa seberang.

Mereka datang dengan satu harapan: bisa menyelesaikan urusan administrasi tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke Kayuagung.

Bagi masyarakat pesisir ini, Layanan Terpadu Pemkab OKI ibarat angin segar. Dalam dua hari, 26–27 Agustus 2025, berbagai instansi pemerintah hadir, termasuk BPJS Kesehatan Cabang Palembang.

Layanan itu membawa pesan sederhana tapi kuat: negara bisa hadir lebih dekat, bahkan di ujung daerah.

Senyum di Balik Antrean

“Alhamdulillah, saya bisa mengurus BPJS tanpa keluar ongkos besar,” ujar Mega, seorang ibu rumah tangga. Senyum lega terpancar dari wajahnya. Proses yang biasanya memakan waktu dan biaya kini terasa lebih ringan.

Kisah serupa datang dari Rosili, yang sudah lama menjadi peserta JKN. Baginya, layanan BPJS bukan sekadar administrasi, tetapi jalan menuju kesehatan yang lebih terjamin.

“Kalau berobat pakai JKN gampang. Tidak ribet,” katanya. Ucapannya sederhana, tapi menyiratkan rasa syukur bahwa akses kesehatan kini semakin nyata.

Energi yang Menghubungkan

Bupati OKI, Muchendi Mahzareki, menyebut layanan terpadu ini sebagai bentuk nyata sinergi lintas sektor. “Inilah wujud pelayanan publik yang dekat dengan masyarakat,” ucapnya.

Senada, perwakilan BPJS Kesehatan OKI, Yusfikarina, menegaskan komitmen untuk terus hadir di wilayah pelosok.

“Kami ingin peserta lebih mudah mendapat informasi dan layanan, terutama yang jauh dari kota,” katanya.

Keduanya menunjukkan satu hal: pelayanan publik bukan sekadar urusan birokrasi, tetapi juga tentang memberi energi baru bagi masyarakat. Energi yang menyambung harapan, seperti listrik yang mengalir ke rumah-rumah gelap.

Inspirasi dari Pesisir

Di balik keramaian dua hari itu, ada inspirasi yang bisa dipetik. Bahwa pelayanan yang baik tidak harus megah, cukup hadir tepat waktu, dekat dengan warga, dan menjawab kebutuhan mereka.

Wajah-wajah lega warga Tulung Selapan adalah cermin bahwa pelayanan bisa menjadi inspirasi hidup. Mengajarkan kita bahwa kepedulian sosial, kesediaan turun ke lapangan, dan keberanian menjangkau yang jauh adalah kunci perubahan.

Harapan yang Menyala

Ketika layanan terpadu usai, yang tersisa bukan hanya dokumen administrasi yang beres. Ada rasa baru di hati warga: keyakinan bahwa mereka tidak sendiri. Pemerintah hadir, BPJS hadir, dan harapan pun kembali menyala.

Karena inspirasi sesungguhnya sering lahir dari hal sederhana: dari senyum petugas yang melayani, dari antrean yang lebih ringkas, atau dari sambutan hangat di kantor camat yang biasanya sepi.

TEKS : YULIE AFRIANI | EDITOR : IMRON SUPRIYADI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here