Beranda Budaya Seruit Premium: Saat Tradisi Lampung Menyapa Tamu The 101 Hotel Palembang

Seruit Premium: Saat Tradisi Lampung Menyapa Tamu The 101 Hotel Palembang

11
0
BERBAGI
Makan Seruit Khas Lampung di The 101 Hotel Rajawali Palembang

PALEMBANG, Inspirasinews.com – Bayangkan sebuah meja makan yang ramai. Di atasnya tersaji aneka lalapan segar, tempe goreng, peyek kacang yang gurih, ditemani segelas es teh manis dingin.

Namun ada satu yang mencuri perhatian: sambal seruit yang diulek langsung oleh sang chef di hadapan para tamu. Suara cobek bertemu ulekan batu menghadirkan sensasi tersendiri—sebuah atraksi sederhana, namun sarat makna.

Inilah Seruit Premium, sajian khas Lampung yang kini diangkat ke panggung modern oleh THE 1O1 Hotel Rajawali Palembang. Lebih dari sekadar kuliner, Seruit Premium adalah pengalaman. Ia memadukan tradisi dengan kenyamanan hotel berbintang empat, menghadirkan rasa sekaligus cerita.

Inspirasi dari Tradisi “Nyeruit”

Bagi masyarakat Lampung, nyeruit bukan sekadar makan. Ia adalah simbol kebersamaan—momen ketika keluarga, kerabat, hingga sahabat duduk melingkar, berbagi cerita, sambil menyantap seruit.

Hotel ini mencoba menghidupkan kembali semangat itu. “Kami ingin para tamu tidak hanya menikmati makanan, tapi juga merasakan nilai kebersamaan yang ada di balik tradisi seruit,” kata M. Nasrullah, Marketing Communications THE 1O1 Palembang Rajawali.

Lewat satu paket yang bisa disantap 4–5 orang, wisatawan maupun warga lokal diajak mengalami sendiri makna nyeruit dalam suasana elegan.

Atraksi Rasa yang Mengikat Kenangan

Yang membuatnya unik adalah live cooking experience—chef mengulek sambal langsung di meja. Sensasi itu bukan hanya menggugah selera, tapi juga menghadirkan keintiman, seakan tamu diajak masuk ke dapur tradisional.

Lauk utama bisa dipilih sesuai selera: ikan, ayam, atau bebek. Tingkat kepedasan sambal pun fleksibel. Harga paket berkisar Rp 245.000–Rp 295.000 nett, dengan kualitas daging yang selalu fresh.

“Seruit Premium cocok untuk arisan, ulang tahun, hingga gathering,” ujar Nasrullah. Namun lebih dari itu, setiap momen santap bersama menjadi pengalaman inspiratif yang tak mudah dilupakan.

Inspirasi Pariwisata dari Meja Makan

Bagi dunia pariwisata, kuliner adalah jembatan menuju budaya. Wisatawan yang berkunjung ke Palembang sering mencari pempek, tetapi Seruit Premium memberi perspektif baru: ada kekayaan tradisi lain dari Sumatera yang patut dicicipi.

Hotel berbintang tidak lagi sekadar tempat singgah, melainkan ruang pertemuan budaya. Seruit Premium menjadi simbol bagaimana tradisi lokal bisa dihidupkan kembali dalam bingkai modern, sekaligus memberi inspirasi bagi tamu untuk melihat perjalanan sebagai pengalaman yang lebih utuh.

Lebih dari Hidangan

Pada akhirnya, Seruit Premium bukan hanya soal cita rasa. Ia adalah ajakan untuk duduk bersama, berbagi cerita, dan merayakan kebersamaan.

Ketika wisatawan meninggalkan meja makan di Recipe Restaurant, yang mereka bawa pulang bukan hanya rasa gurih pedas seruit, tetapi juga kenangan akan sebuah pengalaman: bahwa setiap perjalanan selalu punya kisah—dan kadang, kisah itu lahir dari sebuah sambal yang diulek dengan sepenuh hati.

TEKS : REL/YULIE AFRIANI  |  EDITOR : IMRON SUPRIYADI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here