Beranda Agama KUA Ilir Timur Satu Palembang, Gelar Penguatan Keluarga Sakinah

KUA Ilir Timur Satu Palembang, Gelar Penguatan Keluarga Sakinah

6
0
BERBAGI
Program ini mencoba menjawab persoalan itu dengan memberikan pembekalan sejak dini kepada generasi muda.

PALEMBANG, Inspirasinews.com — Pagi itu, aula kampus Universitas Indo Global Mandiri di Palembang dipenuhi puluhan remaja. Sebagian duduk rapi sambil mencatat, sebagian lain mendengarkan dengan saksama materi yang disampaikan di depan ruangan.

Mereka bukan sedang mengikuti kuliah biasa. Hari itu, Rabu, 4 Maret 2026, mereka mengikuti program Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN) yang digelar oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Ilir Timur I.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program The Most KUA (Move for Sakinah Maslahat)—sebuah inisiatif yang dirancang untuk mengisi bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah dengan kegiatan pembinaan keluarga dan generasi muda. Program ini digelar KUA Ilir Timur I bekerja sama dengan Klinik Pratama KORPRI Sumatera Selatan.

Di tengah perubahan sosial yang cepat, isu kesiapan menikah menjadi perhatian tersendiri.

Banyak pasangan memasuki pernikahan tanpa bekal pengetahuan yang cukup, baik dari sisi mental, kesehatan, maupun tanggung jawab sosial.

Program ini mencoba menjawab persoalan itu dengan memberikan pembekalan sejak dini kepada generasi muda.

Dalam sesi BRUN tersebut, peserta mendapat penjelasan mengenai berbagai aspek penting sebelum memasuki pernikahan.

Bukan hanya soal hubungan suami istri, tetapi juga kesiapan mental, kesehatan reproduksi, hingga tanggung jawab membangun keluarga yang harmonis.

Menurut penyelenggara, pernikahan bukan sekadar peristiwa personal antara dua individu.

Ia juga menyangkut kesiapan membangun sebuah institusi kecil bernama keluarga—ruang pertama tempat nilai, karakter, dan masa depan generasi berikutnya dibentuk.

Masih pada hari yang sama, kegiatan berpindah ke Masjid Al-Munawwarah.

Di tempat ini, sasaran kegiatan bukan lagi remaja, melainkan pasangan dan keluarga yang telah menjalani kehidupan rumah tangga.

Dalam forum yang berlangsung santai namun serius itu, peserta mendapatkan pembinaan mengenai pentingnya menjaga keharmonisan keluarga.

Materi yang disampaikan menyoroti penguatan nilai-nilai keagamaan dalam rumah tangga serta bagaimana pasangan suami istri menghadapi dinamika kehidupan modern yang kian kompleks.

Bagi sebagian peserta, kegiatan ini menjadi ruang refleksi. Tidak sedikit yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman mengenai tantangan kehidupan keluarga, mulai dari komunikasi pasangan hingga pengasuhan anak.

Selain sebagai forum edukasi, kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi warga. Percakapan yang mengalir di sela-sela kegiatan menunjukkan satu hal: perhatian masyarakat terhadap ketahanan keluarga masih cukup besar.

Rangkaian kegiatan berlanjut dua hari kemudian, Jumat, 6 Maret 2026. Kali ini sasaran program adalah para pelajar di SMK Negeri 1 Palembang melalui kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS).

Jika BRUN menyasar remaja yang telah memasuki usia menikah, BRUS ditujukan kepada pelajar yang masih berada pada fase pembentukan karakter.

Dalam kegiatan ini, para siswa mendapat pembekalan mengenai pentingnya menjaga pergaulan, membangun karakter positif, serta merencanakan masa depan dengan lebih matang.

Materi yang disampaikan juga menekankan pentingnya nilai moral dan spiritual sebagai fondasi dalam membangun kehidupan yang sehat dan bertanggung jawab.

Pihak KUA Ilir Timur I menilai pembinaan sejak usia sekolah merupakan bagian penting dari upaya membangun generasi yang lebih siap menghadapi kehidupan dewasa.

Remaja yang memahami nilai tanggung jawab sejak dini dinilai akan lebih siap ketika kelak memasuki kehidupan berkeluarga.

Keterlibatan Klinik Pratama KORPRI Sumatera Selatan dalam program ini juga memberi dimensi tambahan.

Selain aspek keagamaan, peserta mendapatkan pemahaman mengenai kesehatan reproduksi, kesiapan mental, serta pentingnya menjaga pola hidup sehat.

Kolaborasi ini memperlihatkan pendekatan yang lebih komprehensif dalam pembinaan keluarga. Agama, kesehatan, dan pendidikan ditempatkan sebagai tiga unsur yang saling melengkapi.

Bagi KUA Ilir Timur I, kegiatan semacam ini tidak sekadar program rutin Ramadhan. Ada harapan agar inisiatif tersebut berkembang menjadi gerakan edukasi yang berkelanjutan di tengah masyarakat.

Melalui pendekatan yang menyasar berbagai lapisan usia—mulai dari pelajar, remaja usia nikah, hingga keluarga—program ini mencoba membangun satu fondasi yang sama: keluarga yang kuat.

Sebab pada akhirnya, keluarga tetap menjadi ruang pertama tempat manusia belajar tentang tanggung jawab, nilai moral, dan kehidupan bersama. Dari ruang kecil itulah kualitas masyarakat—bahkan bangsa—sering kali ditentukan.**

TEKS/FOTO : KUA ILIR TIMUR 1 PLG  |  EDITOR : IMRON SUPRIYADI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here