Gubernur Herman Deru Tegaskan Keberagaman Adat dan Budaya sebagai Kekuatan Persatuan Bangun Sumsel
Palembang – Inspirasinews.com-Gubernur Sumatera Selatan, Dr.H. Herman Deru, menegaskan bahwa keberagaman adat, budaya, suku, dan agama di Sumatera Selatan merupakan kekuatan utama dalam menjaga persatuan sekaligus mendorong pembangunan daerah.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Dharma Santi Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 (Tilem Kesanga) Tahun 2026 di Pura Agung Sriwijaya Palembang, Kamis (2/4/2026).

Dalam kesempatan itu, Herman Deru menyebut kehadiran masyarakat dalam kegiatan tersebut menjadi bukti nyata kuatnya persatuan di tengah keberagaman yang menjadi kebanggaan Sumatera Selatan.
Ia mengaku bahagia dapat hadir dan merasakan langsung suasana kebersamaan, tidak hanya bagi umat Hindu Bali, tetapi juga seluruh elemen masyarakat yang turut hadir.
“Hari ini bukan hanya masyarakat Hindu Bali yang berbahagia, tetapi saya juga merasa bahagia karena kita semua bisa bersatu untuk kepentingan umat dengan tetap menjunjung tinggi adat dan budaya,” ujarnya.
Menurutnya, Sumatera Selatan merupakan daerah yang kaya akan keberagaman suku, budaya, dan agama. Seluruh agama yang diakui negara ada di wilayah ini, namun masyarakatnya tetap hidup rukun dan harmonis.
“Kita bisa hidup guyub dan bersatu. Hingga saat ini, bahkan dari tahun-tahun sebelumnya, Sumsel tetap zero konflik. Inilah cara kita menyatukan perbedaan menjadi kekuatan,” katanya.
Herman Deru juga menilai Dharma Santi sebagai momentum silaturahmi yang mampu menyucikan hati sekaligus memperkuat niat dalam membangun daerah dengan tetap menghormati adat dan keyakinan masing-masing.
Ia turut mengapresiasi kekompakan umat Hindu Bali di Sumatera Selatan yang terus menjaga keaslian budaya leluhur sebagai bukti bahwa nilai-nilai adat tetap lestari di tengah perkembangan zaman.
Selain itu, gubernur mengingatkan kepada pengurus Perkumpulan Adat Bali Sumatera Selatan (PABS) agar dapat menjalankan peran sebagai benteng budaya. Ia menegaskan pentingnya menjaga adat dan budaya dari dampak negatif modernisasi.
“Modernisasi boleh, namun jangan sampai merusak adat dan budaya. Yang mengikuti perkembangan adalah pergaulan, bukan nilai budayanya,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Herman Deru juga menyampaikan apresiasi atas dikukuhkannya pengurus PABS periode 2023–2029. Ia berharap organisasi tersebut dapat terus berkontribusi dalam pelestarian budaya dan pembangunan daerah.
Di akhir sambutannya, ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dan berperan aktif dalam pembangunan Sumatera Selatan.
“Saya sebagai Gubernur Sumsel merasakan bahwa kebersamaan ini tidak akan terpisahkan dan akan terus menjadi kekuatan dalam membangun daerah,” pungkasnya.(Pas) ADV












