PALEMBANG, InspirasiNews.Com – Rabu siang itu, 27 Agustus 2025, suasana di ruang pertemuan PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (S2JB) terasa berbeda. Bukan sekadar agenda formal, melainkan pertemuan yang hangat—penuh senyum, tawa ringan, dan saling menyimak.
Di satu sisi meja, jajaran Pengurus DPD Pro Jurnalis Media Siber (PJS) Sumatera Selatan duduk dengan penuh antusias. Di sisi lain, manajemen PLN UID S2JB menyambut mereka dengan tangan terbuka.
Dari luar, mungkin hanya tampak sebagai silaturahmi biasa. Namun bagi kedua belah pihak, ini adalah awal dari sebuah cerita panjang tentang sinergi dan kebersamaan.
Menghubungkan dengan Integritas
Bagi Iwan Arissetyadhi, Manajer Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan PLN UID S2JB, pertemuan ini punya arti penting.
“Ini langkah awal yang baik. Kami akan mendukung program PJS untuk menciptakan iklim jurnalistik yang kompeten, profesional, dan berintegritas,” ujarnya dengan nada optimis.
Dukungan itu bukan hanya soal kata-kata. PLN siap ikut serta dalam program besar PJS, salah satunya Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang dijadwalkan November mendatang. Sebuah bentuk nyata bahwa energi PLN tak hanya mengalir lewat kabel listrik, tetapi juga melalui komitmen sosial.
PJS dan Jalan Baru Jurnalisme
Di sisi lain meja, Edi Triono, Ketua DPD PJS Sumsel, menuturkan kisah organisasinya yang baru saja lahir kembali lewat kepengurusan 2025–2030.
Sejak dilantik pada 16 Juni lalu, Edi dan timnya aktif menjalin silaturahmi ke berbagai pihak—pemerintah, perusahaan, hingga lembaga masyarakat.
“Kami ingin menghadirkan wartawan yang punya integritas, profesional, dan berkompeten. Itu dibuktikan lewat UKW,” katanya. Suaranya mantap, seolah menegaskan bahwa PJS tidak ingin sekadar hadir, tapi benar-benar memberi makna bagi dunia pers di Sumsel.
PJS kini sudah terdaftar di Dewan Pers. Jika sesuai rencana, pada Desember 2025 nanti, organisasi ini akan resmi diterima sebagai konstituen. Sebuah pencapaian yang menegaskan keseriusan mereka dalam membangun jurnalisme yang sehat.
Menyatu dalam Kepedulian
Tak hanya soal pers dan kompetensi, ada ruang lain yang mempertemukan PLN dan PJS: kepedulian sosial. PLN membuka diri untuk berkolaborasi dalam kegiatan masyarakat, sementara PJS punya program “PJS Peduli”.
Dua semangat ini bertemu di satu titik: keinginan untuk memberi manfaat nyata bagi publik.
Edi menyambut baik peluang itu. “Sinergi ini sangat sejalan dengan visi kami. Jurnalisme bukan hanya menulis berita, tapi juga tentang hadir di tengah masyarakat,” tuturnya.
Lebih dari Pertemuan
Ketika sesi foto bersama menutup pertemuan, ada rasa yang tertinggal di ruangan itu. Bukan hanya dokumentasi, tapi juga keyakinan bahwa kerja sama yang lahir dari silaturahmi bisa menjadi energi baru.
Silaturahmi itu mengajarkan: listrik bukan hanya soal cahaya, jurnalisme bukan hanya soal berita.
Di titik temu keduanya, ada harapan yang menyala—bahwa kolaborasi, kepedulian, dan integritas bisa menjadi sumber energi bagi masyarakat luas.
TEKS : YULIE AFRIANI | EDITOR : IMRON SUPRIYADI