Beranda Uncategorized KUKERTA STAIRU Ogan Ilir resmi dibuka, Masyarakat Ketiau sambut baik para mahasiswa

KUKERTA STAIRU Ogan Ilir resmi dibuka, Masyarakat Ketiau sambut baik para mahasiswa

11
0
BERBAGI

KUKERTA STAIRU Ogan Ilir resmi dibuka, Masyarakat Ketiau sambut baik para mahasiswa

Ogan Ilir-Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Terpadu (KUKERTA) Sekolah Tinggi Agama Islam Raudhatul Ulum Sakatiga melaksanakan kegiatan pembukaan KUKERTA di Desa Ketiau, Kecamatan Lubuk Keliat, Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan.

Kegiatan ini menjadi awal pelaksanaan pengabdian mahasiswa kepada
masyarakat desa.

Acara tersebut dihadiri langsung Kepala Desa Ketiau, Bapak Dedi Nopriansyah, berserta Ibu Meri Andini. Sekretaris Desa, Bendahara Desa, Ketua dusun, Pengurus Masjid, Majelis Ta’lim, serta Ikatan Remaja Masjid (IRMAS), Ketua dan Wakil Ketua Karang Taruna dan beberapa stakeholder lainnya.

Selain itu undangan juga ditujukan ke berbagai masjid diantaranya Masjid Al Bakti, Masjid Baitur Rahman, Masjid Syuhada, dan Masjid Zamil Khadar Al Afrawi.

Acara pembukaan KUKERTA berlangsung dengan tertib dan lancar dengan susunan acara sebagai berikut:
1. Pembukaan
2. Tilawah Ayat Suci AL-Qur’an
3. Menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya
4. Sambutan Ketua KUKERTA
5. Sambutan Dosen Pembimbing Lapangan
6. Sambutan Kepala Desa Ketiau
7. Perkenalan Kelompok Kukerta
8. Do’a Bersama
9. Penutup

“Terima kasih kepada Pemerintah Desa dan seluruh masyarakat Desa Ketika atas penerimaan dan dukungan yang telah diberikan”terang Ketua KUKERTA fadhil Nahwan kuban

“KUKERTA merupakan bentuk pembelajaran kehidupan nyata bagi mahasiswa, di mana mahasiswa tidak
hanya belajar teori di bangku perkuliahan, tetapi juga terjun langsung ke masyarakat untuk belajar bersosialisasi, bekerja sama, dan mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh”ujarnya

Sementara itu Dosen PembimbingMohd Fu’adi, M.Pd mengatakan KUKERTA pada dasarnya sama
dengan KKN, yaitu sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dan sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa.

“Istilah KUKERTA digunakan untuk menghindari pemaknaan negatif terhadap istilah KKN. Dalam kesempatan tersebut, beliau berharap masyarakat Desa Ketiau dapat memberikan arahan, bimbingan, serta pendampingan kepada mahasiswa selama menjalankan kegiatan KUKERTA”jelasnya

Sementara itu Kepala Desa Ketiau, Bapak Dedi Nopriansyah menyambut baik kehadiran KUKERTA Sekolah Tinggi Agama Islam Raudhatul Ulum Sakatiga dan siap mendukung

“Dengan terlaksananya kegiatan pembukaan ini, diharapkan seluruh rangkaian kegiatan KUKERTA Sekolah Tinggi Agama Islam Raudhatul Ulum Sakatiga di Desa
Ketiau dapat berjalan dengan lancar serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan mahasiswa”tukasnya. (Yun)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here