Menjaga Denyut Pasar, Menyambut Ramadhan: Strategi Humanis Subsatgas Binmas Ops Pekat Musi 2026
Kayuagung,-Inspirasinews.com-Sabtu pagi, 14 Februari 2026 pukul 09.00 WIB, aktivitas di Pasar Kayuagung (Pasar Shopping) berjalan seperti biasa. Riuh transaksi, suara pedagang menawarkan dagangan, serta lalu lalang warga menjadi potret denyut ekonomi masyarakat. Namun di tengah dinamika itu, hadir langkah preventif dari Subsatgas Binmas dalam rangka Ops Pekat Musi 2026.
Kegiatan yang dipimpin AKP Amri Syafrin, S.H selaku Kasubsatgas Binmas bersama personil sat binmas ini menyasar pedagang petasan serta menjalin koordinasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan.
Operasi Penyakit Masyarakat kerap dipahami identik dengan penindakan. Namun pendekatan di Pasar Kayuagung menunjukkan wajah berbeda: membangun kesadaran sebelum pelanggaran terjadi. Himbauan kepada pedagang petasan dilakukan secara persuasif.
Aparat tidak datang untuk menakut-nakuti, tetapi mengingatkan potensi bahaya dan konsekuensi hukum, terlebih menjelang Bulan Suci Ramadhan yang membutuhkan suasana kondusif dan khidmat.
Langkah ini mencerminkan paradigma keamanan modern—mencegah lebih utama daripada menindak.
Selain menyasar pedagang, Subsatgas Binmas juga berkoordinasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan ormas. Pendekatan ini memperkuat jejaring sosial pengamanan. Sebab stabilitas kamtibmas bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan tanggung jawab kolektif.
Pesan yang dibangun jelas: menjelang Ramadhan, semua elemen harus menjadi bagian dari solusi.
Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto, SH, SIK, MH melalui Kasat Binmas AKP Amri Syafrin menegaskan bahwa kegiatan preventif seperti ini adalah strategi utama dalam menjaga stabilitas wilayah.
“Menjelang Bulan Suci Ramadhan, kami mengedepankan langkah preventif dan edukatif. Kami tidak ingin hanya hadir saat terjadi pelanggaran, tetapi hadir untuk mencegah potensi gangguan sejak dini. Peran pedagang, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan ormas sangat penting dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” tegas Kapolres melalui Kasat Binmas.
Ia juga menambahkan bahwa pengawasan terhadap peredaran petasan bukan semata soal aturan, melainkan soal keselamatan dan ketertiban umum.
“Kami mengimbau agar tidak menjual atau menggunakan petasan yang berpotensi membahayakan. Ramadhan adalah bulan ibadah. Mari kita jaga bersama suasana yang aman dan penuh kekhusyukan,” lanjutnya.
Apa yang dilakukan Subsatgas Binmas di Pasar Kayuagung mungkin tampak sederhana: berdialog, mengimbau, dan berkoordinasi. Namun justru pendekatan inilah yang menjadi fondasi keamanan jangka panjang.
Keamanan sejati tidak lahir dari rasa takut, melainkan dari kesadaran bersama. Jika pedagang memahami risiko, jika tokoh masyarakat ikut menyuarakan ketertiban, maka ruang gerak potensi gangguan akan menyempit dengan sendirinya.
Ops Pekat Musi 2026 di Pasar Kayuagung menjadi contoh bahwa penegakan hukum yang humanis bukanlah kelemahan, melainkan strategi yang matang dan visioner.
Menjelang Ramadhan, harapannya bukan sekadar minim pelanggaran, tetapi tumbuhnya rasa memiliki terhadap keamanan daerah sendiri. Karena pada akhirnya, kamtibmas yang kuat selalu dibangun dari kolaborasi.(yun)


