PALEMBANG, Inspirasinews.com — Di tengah derasnya arus perubahan zaman, kebutuhan akan generasi yang dekat dengan Al-Qur’an semakin mendesak.
Anak-anak tidak hanya membutuhkan pendidikan akademik, tetapi juga fondasi keimanan dan akhlak yang kuat agar mampu menghadapi tantangan masa depan.
Berangkat dari semangat itulah, Yayasan Tazkiyah Nusantara (YATANU) menginisiasi pembangunan Rumah Tahfidz Hamalul Qur’an, sebuah pusat pembelajaran Al-Qur’an yang diharapkan menjadi tempat lahirnya para penghafal Al-Qur’an, generasi berakhlak mulia, serta calon pemimpin umat di masa mendatang.
Rumah Tahfidz Hamalul Quran adalah dua diantara Rumah Tahfidz yang sudah dibangun sebelumnya, yaitu Rumah Tahfidz Rahmat.
Pengembangan ini dilakukan untuk menambah syiar Islam, sekaligus mengapresiasi minat masyarakat yang sangat antusias memasukkan putra-putrinya di Rumah Tahfidz Hamalul Quran.
Rumah Tahfidz ini nantinya akan menjadi wadah bagi para santri untuk belajar membaca, menghafal, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Setiap huruf yang dibaca, setiap ayat yang dihafalkan, dan setiap ilmu yang diamalkan oleh para santri, insya Allah akan menjadi aliran pahala yang terus mengalir bagi para pewakaf dan donatur yang ikut berkontribusi dalam pembangunannya.
Ustadz dedi Irawan, S.Pd, Ketua Panitia Pembangunan Rumah Tahfidz Hamalul Qur’an Yayasan Tazkiyah Nusantara mengajak kaum Muslimin untuk bersama-sama mengambil bagian dalam amal jariyah yang manfaatnya tidak akan terputus meski usia telah berakhir.
“Rumah Tahfidz ini bukan sekadar bangunan fisik. Ini adalah investasi peradaban. Di tempat inilah kelak anak-anak belajar mencintai Al-Qur’an, menghafalnya, dan membawa cahaya Al-Qur’an ke tengah masyarakat,” ujarnya.
Ajakan untuk berwakaf dan bersedekah ini sejalan dengan sabda Rasulullah SAW: “Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.” (HR Muslim).
Hadis tersebut menjadi pengingat bahwa ada amal yang pahalanya tetap mengalir meskipun seseorang telah meninggalkan dunia. Salah satunya adalah membangun sarana pendidikan yang melahirkan ilmu dan kebaikan bagi banyak orang.
Melalui program pembangunan Rumah Tahfidz Hamalul Qur’an, para dermawan memiliki kesempatan untuk meraih berbagai keutamaan.
Diantaranya membantu pembangunan sarana pendidikan Al-Qur’an, menjadi bagian dari lahirnya generasi Qur’ani, memperoleh pahala yang terus mengalir selama Al-Qur’an dipelajari dan diamalkan, serta menjadikan wakaf sebagai investasi akhirat yang tidak pernah merugi.
Dalam Islam, setiap ajakan kepada kebaikan juga bernilai ibadah. Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR Muslim).
Karena itu, selain berpartisipasi sebagai donatur, masyarakat juga diajak untuk menyebarluaskan informasi pembangunan Rumah Tahfidz Hamalul Qur’an kepada keluarga, sahabat, kerabat, maupun jaringan pertemanan lainnya.
Panitia membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin berwakaf atau berdonasi untuk pembangunan Rumah Tahfidz Hamalul Qur’an melalui rekening:
Bank BRI 701701006430534 a.n. Rumah Tahfidz Rahmat Konfirmasi wakaf dan donasi dapat dilakukan melalui WhatsApp: 0858-3661-2163 (Ustadzah Putri) | 088274264887 (Ustadz Nurhasan Al-Hafidz, S.Sos., Gr.).
Setiap rupiah yang disalurkan bukan sekadar bantuan pembangunan gedung, melainkan bagian dari ikhtiar bersama membangun peradaban Qur’ani.
Sebab, ketika sebuah rumah tahfidz berdiri, sesungguhnya yang sedang dibangun bukan hanya dinding dan atap, melainkan generasi yang kelak menjaga kemurnian Al-Qur’an dan menjadi penerang bagi umat.
Mari bersama mengambil bagian dalam amal terbaik ini. Semoga Allah SWT menerima setiap wakaf dan sedekah yang diberikan, melipatgandakan pahalanya, melancarkan rezeki para dermawan, serta menjadikannya sebagai pemberat timbangan kebaikan pada hari ketika tidak ada lagi manfaat harta dan jabatan kecuali amal saleh. Jazakumullahu khairan katsiran. 











