Beranda Agama Pertemuan BP4ABI dan BSI Muara Enim Menggagas Syiar Islam Berbasis Pemberdayaan Ekonomi...

Pertemuan BP4ABI dan BSI Muara Enim Menggagas Syiar Islam Berbasis Pemberdayaan Ekonomi Umat

17
0
BERBAGI
SILATURAHMI - Silaturahmi Kepala Bank Syariah Indonesia (BSI) Muara Enim, Bambang Kurniawan dan Staf ke BP4ABI, dihadiri Kepala BP4ABI Kabupaten Muara Enim, KH. Kumyadi, didampingi Kepala Bidang Pendidikan, Pelatihan dan Dakwah, Imron Supriyadi, S.Ag., M.Hum., Kepala Bidang Pemberdayaan Ekonomi Umat, KH Elham Fajri, yang hadir mewakili jajaran pengurus BP4ABI lainnya.(Foto.Dok.BP4ABI)

Muara Enim, Inspirasinews.com – Selama bertahun-tahun, dakwah sering dipahami sebagai aktivitas menyampaikan ajaran agama di masjid, majelis taklim, atau mimbar pengajian. Namun, tantangan umat kini bergerak ke wilayah yang lebih nyata: bagaimana nilai-nilai Islam mampu menghadirkan kemandirian ekonomi bagi masyarakat.

Gagasan itulah yang mengemuka dalam silaturahmi Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Muara Enim dengan Badan Pelaksana Pendidikan dan Peningkatan Pemahaman Ajaran serta Budaya Islam (BP4ABI) Kabupaten Muara Enim, Rabu (22/7/2026).

Di ruang kerja BP4ABI, Kepala Cabang BSI Muara Enim Bambang Kurniawan beserta jajaran diterima langsung oleh Kepala BP4ABI KH. Kumyadi, didampingi Kepala Bidang Pendidikan, Pelatihan dan Dakwah Imron Supriyadi, S.Ag., M.Hum., serta Kepala Bidang Pemberdayaan Ekonomi Umat KH. Elham Fajri.

SILATURAHMI – Silaturahmi Kepala Bank Syariah Indonesia (BSI) Muara Enim, Bambang Kurniawan dan Staf ke BP4ABI, dihadiri Kepala BP4ABI Kabupaten Muara Enim, KH. Kumyadi, didampingi Kepala Bidang Pendidikan, Pelatihan dan Dakwah, Imron Supriyadi, S.Ag., M.Hum., Kepala Bidang Pemberdayaan Ekonomi Umat, KH Elham Fajri, yang hadir mewakili jajaran pengurus BP4ABI lainnya.(Foto.Dok.BP4ABI)

Bagi kedua lembaga, pertemuan tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi. Yang dibahas adalah bagaimana menjadikan dakwah sebagai pintu masuk pemberdayaan ekonomi umat, sementara ekonomi syariah menjadi instrumen untuk memperkuat hasil-hasil dakwah.

“Hari ini umat tidak hanya membutuhkan tausiyah, tetapi juga pendampingan agar mampu bangkit secara ekonomi. Dakwah dan pemberdayaan ekonomi tidak boleh berjalan sendiri-sendiri,” ujar KH. Kumyadi.

Menurutnya, BP4ABI memiliki modal sosial yang besar. Melalui jaringan lebih dari 400 masjid dan berbagai majelis taklim di Kabupaten Muara Enim, lembaga tersebut memiliki akses langsung kepada masyarakat hingga tingkat akar rumput.

Potensi itulah yang dinilai dapat menjadi penggerak baru ekonomi syariah apabila dibarengi dengan literasi kewirausahaan, edukasi keuangan syariah, dan akses terhadap pembiayaan usaha yang produktif.

Selama ini, lanjut KH. Kumyadi, banyak jamaah majelis taklim yang telah memiliki usaha mikro maupun ingin memulai usaha, tetapi belum memahami mekanisme pembiayaan formal berbasis syariah.

“Masjid jangan hanya menjadi tempat ibadah mahdhah. Ia juga dapat menjadi pusat pemberdayaan masyarakat. Ketika jamaah semakin kuat secara ekonomi, mereka akan semakin mandiri dalam menopang kegiatan dakwah dan kehidupan sosial,” katanya.

Karena itu, BP4ABI memandang BSI sebagai mitra strategis yang dapat menghadirkan solusi melalui berbagai program pembiayaan, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah, yang diperuntukkan bagi pelaku usaha yang memenuhi persyaratan.

Kepala Cabang BSI Muara Enim, Bambang Kurniawan, melihat pendekatan tersebut sejalan dengan semangat pengembangan ekonomi syariah yang tidak hanya berorientasi pada layanan perbankan, tetapi juga pada peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat.

Menurutnya, BSI siap berkolaborasi dalam memperluas literasi keuangan syariah sekaligus memberikan edukasi mengenai akses pembiayaan produktif kepada masyarakat.

“Kami melihat jaringan masjid dan majelis taklim memiliki potensi besar sebagai ruang edukasi ekonomi syariah. Jika literasi keuangan meningkat, masyarakat akan lebih siap memanfaatkan pembiayaan usaha secara produktif,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa skema KUR Syariah dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha mikro dan kecil yang memenuhi ketentuan pembiayaan, sehingga mampu memperluas kesempatan masyarakat untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Bagi BP4ABI, kolaborasi dengan BSI bukan sekadar membangun hubungan antara lembaga keagamaan dan lembaga keuangan. Lebih jauh, kerja sama ini diharapkan menjadi model baru syiar Islam yang memadukan pembinaan spiritual dengan penguatan ekonomi masyarakat.

Sebab, dakwah yang mampu meningkatkan kualitas ibadah sekaligus memperkuat kesejahteraan umat akan memiliki daya jangkau yang lebih luas dan dampak yang lebih berkelanjutan.

Silaturahmi yang berlangsung dalam suasana hangat itu akhirnya melahirkan satu gagasan besar: syiar Islam tidak hanya mengajak umat menjadi saleh secara individual, tetapi juga mendorong mereka menjadi mandiri, produktif, dan berdaya secara ekonomi. Dalam konteks itulah, kolaborasi antara BP4ABI dan BSI Muara Enim dapat menjadi inspirasi bahwa masjid, majelis taklim, dan lembaga keuangan syariah dapat bergerak bersama membangun peradaban yang tidak hanya kuat dalam nilai, tetapi juga kokoh dalam kesejahteraan umat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here