Beranda Agama Perkuat Karakter Bangun Desa Mandiri, MUI Muara Enim dan PT Bukit Asam...

Perkuat Karakter Bangun Desa Mandiri, MUI Muara Enim dan PT Bukit Asam Jalin Sinergi Strategis

20
0
BERBAGI
Ketua Umum MUI Kabupaten Muara Enim, KH. Dr. Solihan, M.Pd.I, (mengenakan pedci putih) saat menjelaskan program di PTBA, Senin (2/7/20226)

Tanjung Enim, Inspirasinews.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Muara Enim terus memperkuat peran strategisnya sebagai mitra pembangunan daerah melalui penguatan karakter masyarakat berbasis nilai-nilai keagamaan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui sinergi kelembagaan dengan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.

Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan silaturahmi dan audiensi antara jajaran Pengurus MUI Kabupaten Muara Enim dengan manajemen PT Bukit Asam (Persero) Tbk yang berlangsung di Ruang VIP Pertemuan PTBA, Tanjung Enim, Senin (6/7/2026).

Rombongan MUI dipimpin langsung oleh Ketua Umum MUI Kabupaten Muara Enim, KH. Dr. Solihan, M.Pd.I, didampingi Wakil Ketua Umum, Sekretaris Umum, para ketua komisi, serta jajaran pengurus harian MUI.

pertemuan silaturahmi dan audiensi antara jajaran Pengurus MUI Kabupaten Muara Enim dengan manajemen PT Bukit Asam (Persero) Tbk yang berlangsung di Ruang VIP Pertemuan PTBA, Tanjung Enim, Senin (6/7/2026).

Sementara dari pihak PT Bukit Asam hadir mewakili Sustainability Division Head PTBA, Dedy Saptaria Rosa, yaitu Mustafa Kamal selaku perwakilan Community Engagement & Partnership Department Head, didampingi Ajis Purnomo selaku Sustainable Community Development Section Head, Maestoso Besto sebagai Sustainable Community Development Staff, serta Wahyudin Ibrahim selaku Community Development Officer.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaboratif.

Kedua belah pihak membahas peluang kerja sama jangka panjang untuk menyelaraskan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM/Sustainable Community Development) PT Bukit Asam dengan program pembinaan karakter masyarakat yang diinisiasi MUI Kabupaten Muara Enim.

Dalam paparannya sebagai narasumber utama, Ketua Umum MUI Kabupaten Muara Enim, KH. Dr. Solihan, M.Pd.I., menegaskan bahwa pembangunan fisik, ekonomi, maupun infrastruktur yang dilakukan perusahaan akan memberikan dampak yang lebih berkelanjutan apabila dibarengi dengan pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter.

“Kemitraan yang kita gagas hari ini merupakan ikhtiar menyatukan pembangunan fisik dengan pembangunan jiwa. PT Bukit Asam memiliki kekuatan dalam membangun infrastruktur, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat. Sementara MUI hadir sebagai penguat nilai, membangun karakter, moralitas, dan budaya masyarakat agar pembangunan yang dilakukan benar-benar memberi manfaat jangka panjang,” ujar KH. Solihan.

Menurutnya, pembangunan tidak cukup hanya diukur dari meningkatnya pendapatan masyarakat, tetapi juga dari tumbuhnya integritas, kepedulian sosial, budaya gotong royong, serta ketahanan keluarga sebagai fondasi utama desa yang maju.

Untuk itu, MUI Kabupaten Muara Enim menawarkan sebuah model kolaborasi berbasis Penguatan Karakter Desa melalui pendekatan bertahap yang terukur sehingga mampu melahirkan Ripple Effect (Efek Riak) perubahan sosial yang berkelanjutan.

Konsep tersebut meliputi empat tahapan utama.

Pada level individu, dilakukan pembinaan karakter melalui coaching karakter serta pembentukan Duta Karakter Desa sebagai teladan di tengah masyarakat.

Pada level keluarga, program difokuskan pada penguatan ketahanan keluarga melalui pendidikan parenting, pembinaan pasangan suami istri, serta literasi keuangan keluarga agar terbentuk keluarga yang harmonis dan produktif.

Pada level kelompok, MUI mendorong penguatan organisasi masyarakat, kelompok tani, kelompok pemuda, majelis taklim, hingga lahirnya jejaring antar desa yang saling mendukung melalui budaya gotong royong dan aksi sosial.

Selanjutnya pada level desa, dilakukan pencanangan Gerakan Desa Berkarakter sebagai fondasi menuju Desa Mandiri Berkelanjutan, yang diukur melalui indikator ekonomi, kelembagaan, kualitas sumber daya manusia, jejaring kemitraan, serta keberlanjutan program.

Sebagai tahap awal implementasi, program ini direncanakan dilaksanakan di wilayah Ring 1 PT Bukit Asam, meliputi Desa Lingga, Desa Darmo, dan Tanjung Karangan, sebelum diperluas ke desa dan kelurahan lainnya di Kabupaten Muara Enim.

KH. Solihan menegaskan bahwa MUI tidak ingin hanya menjadi lembaga yang bergerak dalam pelayanan keagamaan semata, tetapi juga hadir sebagai mitra strategis pembangunan yang memberikan solusi terhadap persoalan sosial masyarakat.

“Kami ingin MUI menjadi katalisator perubahan sosial. Ketika pembangunan ekonomi berjalan berdampingan dengan pembangunan akhlak, maka masyarakat akan mampu menjaga sendiri hasil-hasil pembangunan itu. Infrastruktur yang baik memerlukan manusia yang baik pula untuk merawatnya.”

Sementara itu, mewakili Sustainability Division Head PTBA, Dedy Saptaria Rosa, Mustafa Kamal menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan kesiapan MUI Kabupaten Muara Enim membangun kemitraan kelembagaan bersama PT Bukit Asam.

Ia mengucapkan terima kasih atas kesediaan MUI menjadi mitra strategis perusahaan dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada MUI Kabupaten Muara Enim atas kesediaannya menjalin kerja sama. Ke depan, PT Bukit Asam dan MUI siap saling mendukung serta bersinergi demi keberhasilan program-program pemberdayaan masyarakat,” ujar Mustafa Kamal.

Mustafa menjelaskan, selama ini PT Bukit Asam telah banyak menjalin kerja sama dengan berbagai tokoh dan pegiat keagamaan Islam. Namun pola kemitraan yang terbangun selama ini lebih banyak bersifat personal.

Melalui kerja sama bersama MUI Kabupaten Muara Enim, PTBA ingin membangun pola kemitraan yang lebih kuat secara kelembagaan sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas dan berkelanjutan oleh masyarakat.

“Kalau sebelumnya kerja sama banyak dilakukan secara personal dengan para pegiat agama, kini kami ingin membangun sinergi secara kelembagaan bersama MUI. Kami optimistis pendekatan ini akan lebih efektif dan maksimal dalam mendukung pembinaan masyarakat desa serta memperkuat pembangunan karakter,” jelasnya.

Menurut Mustafa, pembangunan masyarakat tidak cukup hanya melalui program ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga membutuhkan pendampingan nilai-nilai moral dan spiritual agar perubahan yang terjadi benar-benar berkelanjutan.

Ia berharap kolaborasi ini menjadi model kemitraan antara dunia usaha dan lembaga keagamaan yang mampu melahirkan desa-desa mandiri, religius, produktif, dan memiliki daya tahan sosial yang kuat.

Audiensi tersebut diakhiri dengan komitmen bersama untuk segera menyusun langkah-langkah teknis implementasi program di lapangan.

MUI Kabupaten Muara Enim dan PT Bukit Asam sepakat membangun sinergi yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian program perusahaan, tetapi juga menjadi investasi sosial jangka panjang bagi kemajuan masyarakat Kabupaten Muara Enim.

Melalui kemitraan ini diharapkan lahir model pembangunan yang memadukan kekuatan ekonomi, sosial, budaya, dan spiritual, sehingga kehadiran PT Bukit Asam benar-benar memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat, sementara MUI semakin memperkuat perannya sebagai penggerak pembangunan karakter menuju terwujudnya Bumi Serasan Sekundang yang religius, mandiri, dan berdaya saing.**

Teks : Humas MUI Muara Enim  |  Editor : Imron Supriyadi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here