Beranda Budaya Para Perupa, Usulkan Mei sebagai Bulan Menggambar Nasional

Para Perupa, Usulkan Mei sebagai Bulan Menggambar Nasional

33
0
BERBAGI
FOTO BERSAMA – Usai Audiensi Perkumpulan Indonesia Raya Menggambar dengan Menteri Kebudayaan Fadli Zon dihadiri oleh EdoPop selaku Ketua Indonesia Raya Menggambar, bersama tim perumus naskah akademik Syamsul Barry dan Hajar Pamadhi, serta kurator Pameran Seni Gambar Nasional 2026, Dio Pamola.

Yogyakarta, Inspirasinews.com — Perkumpulan Indonesia Raya Menggambar pekan silam, (28/03), secara resmi mengajukan naskah akademik kepada Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia terkait usulan penetapan Mei sebagai “Bulan Indonesia Menggambar”.

Langkah ini menjadi upaya awal untuk mendorong pengakuan nasional terhadap praktik menggambar sebagai bagian dari ekosistem kebudayaan yang inklusif dan berkelanjutan.

Naskah akademik yang disusun tim formatur Indonesia Menggambar 2026 menegaskan bahwa menggambar tidak hanya sebatas keterampilan teknis seni rupa.

Menggambar dinilai memiliki dimensi luas, mulai dari edukatif, historis, hingga psikologis dan sosial.

Praktik ini juga berperan dalam memperkuat literasi visual, mengembangkan kemampuan kognitif, serta menjadi sarana ekspresi dan pembentukan karakter.

Secara historis, praktik menggambar di Indonesia telah berlangsung sejak masa prasejarah.

Hal itu dibuktikan dengan temuan lukisan gua di sejumlah wilayah seperti Kalimantan dan Sulawesi.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa menggambar telah menjadi bagian dari cara manusia berkomunikasi dan merekam pengalaman sejak ribuan tahun lalu.

Dalam dunia pendidikan, menggambar dinilai berkontribusi dalam meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi, kreativitas, serta keterampilan motorik.

Selain itu, aktivitas ini juga berfungsi sebagai media ekspresi yang membantu individu dalam mengelola emosi dan menjaga keseimbangan psikologis.

Pemilihan bulan Mei sebagai momentum nasional didasarkan pada sejumlah pertimbangan.

Selain bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, Hari Perpustakaan Nasional, dan Hari Kebangkitan Nasional, bulan ini juga beririsan dengan momentum kelahiran pelukis modern Indonesia, Raden Saleh Syarif Bustaman.

Gerakan ini sejatinya telah berjalan sejak 2022 melalui inisiatif berbagai komunitas yang tergabung dalam Perkumpulan Indonesia Raya Menggambar.

Mereka secara mandiri menyelenggarakan Hari Menggambar Nasional serta berbagai kegiatan seperti pameran, workshop, dan aktivasi ruang publik di berbagai daerah.

Sebagai bagian dari upaya advokasi, perwakilan organisasi tersebut juga telah melakukan audiensi dengan Menteri Kebudayaan, Fadli Zon.

Dalam pertemuan itu disampaikan rencana penyelenggaraan Pameran Nasional Indonesia Menggambar 2026 yang akan melibatkan ratusan komunitas dari seluruh Indonesia.

Pameran tersebut direncanakan berlangsung pada pertengahan Mei 2026 di Galeri RJ Katamsi, Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi lintas komunitas dan generasi dalam praktik menggambar.

Selain pameran, rangkaian kegiatan juga akan meliputi pendidikan, workshop, hingga eksplorasi visual berbasis teknologi seperti digital drawing dan media interaktif.

Hal ini sejalan dengan kebutuhan literasi visual di era perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan dan realitas virtual.

Kementerian Kebudayaan menyatakan akan menindaklanjuti usulan tersebut melalui mekanisme kajian yang berlaku.

Dukungan juga disampaikan oleh Fadli Zon yang mendorong partisipasi masyarakat dalam gerakan menggambar.

Perkumpulan Indonesia Raya Menggambar berharap penetapan Bulan Indonesia Menggambar tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu menjadi ruang pengembangan ekosistem seni rupa, memperluas akses berkesenian, serta memperkuat kesadaran budaya visual di tengah masyarakat. (imron)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here