
MUARA ENIM | Inspirasinews.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Muara Enim menyatakan kesiapannya untuk berpartisipasi dan menyukseskan pelaksanaan Musyawarah Daerah (MUSDA) XI MUI Provinsi Sumatera Selatan yang akan berlangsung pada 7–9 Agustus 2026 di Asrama Haji Jalan Tanjung Siapi-api, Palembang.
Hal tersebut disampaikan Ketua MUI Kabupaten Muara Enim, Dr. KH. Solehan, S. Ag, M.Pd.I, menyusul diterbitkannya surat undangan resmi Dewan Pimpinan MUI Provinsi Sumatera Selatan Nomor A-14/MUI-SS/VI/2026 tertanggal 15 Juni 2026 yang ditujukan kepada seluruh MUI Kabupaten/Kota se-Sumatera Selatan.
momentum penting
Menurut KH Solehan, MUSDA XI merupakan momentum penting dalam memperkuat konsolidasi organisasi dan meningkatkan peran strategis MUI sebagai pelayan umat sekaligus mitra pemerintah dalam pembangunan daerah.
“MUSDA XI MUI Sumsel bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan, tetapi menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi ulama dan umaro dalam menjawab tantangan umat di masa depan,” ujarnya.
memperkuat moderasi beragama
Ia mengatakan, MUI memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga persatuan umat, memperkuat moderasi beragama, serta menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan sosial kemasyarakatan yang terus berkembang.
MUSDA XI MUI Sumsel tahun ini mengusung tema ‘Optimalisasi Peran MUI Sebagai Pelayan Umat dan Mitra Pemerintah dalam Memperkuat Sinergitas Ulama dan Umaro Menuju Sumsel Religius’.
berorientasi kemaslahatan umat
Tema tersebut, lanjutnya, sangat relevan dengan kondisi saat ini, ketika masyarakat membutuhkan kolaborasi yang kuat antara para ulama, pemerintah, dan seluruh elemen bangsa dalam menjaga kerukunan dan mempercepat pembangunan yang berorientasi pada kemaslahatan umat.
“MUI harus terus menjadi rumah besar umat, menjaga kesejukan, merawat persaudaraan, dan menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah,” kata KH Solehan.
Sesuai ketentuan yang disampaikan panitia provinsi, setiap MUI Kabupaten/Kota diminta mengirimkan tiga orang peserta aktif yang terdiri atas Ketua Umum, Sekretaris Umum, dan Bendahara Umum.
membawa surat tugas
Sebegaimana disebutkan dakan Surat Edaran, para peserta diwajibkan membawa surat tugas atau mandat resmi dari daerah masing-masing. Registrasi peserta akan dilaksanakan pada Jumat, 7 Agustus 2026, pukul 13.00–15.00 WIB, sementara pembukaan MUSDA XI akan berlangsung pada hari yang sama pukul 19.30 WIB di Griya Agung Palembang dan direncanakan dibuka langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan.
Panitia juga telah menyiapkan akomodasi dan konsumsi bagi seluruh peserta selama kegiatan berlangsung. Adapun konfirmasi kehadiran peserta paling lambat disampaikan pada 5 Agustus 2026, sedangkan transportasi dari dan kembali ke daerah menjadi tanggung jawab masing-masing peserta.
berpartisipasi aktif
KH Solehan mengajak seluruh jajaran MUI di Kabupaten Muara Enim untuk mempersiapkan diri dan berpartisipasi aktif dalam agenda lima tahunan tersebut.
“Kami berharap delegasi MUI Muara Enim dapat berkontribusi secara maksimal dalam MUSDA XI nanti, sehingga lahir gagasan-gagasan konstruktif dan kepemimpinan yang mampu membawa MUI Sumsel semakin adaptif, responsif, dan dekat dengan kebutuhan umat,” pungkasnya.
Audienci ke Gubernur Sumsel
Seiring dengan itu, belum lama ini, Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, menerima audiensi pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Selatan di Ruang Tamu Gubernur Sumsel, Kamis (11/6/2026).

Pertemuan tersebut membahas persiapan pelaksanaan Musyawarah Daerah (MUSDA) XI MUI Sumatera Selatan yang akan digelar pada 7–9 Agustus 2026.
menjaga harmoni
Dalam kesempatan itu, Gubernur Herman Deru menyampaikan apresiasi atas peran MUI Sumsel yang selama ini berhasil menjaga harmoni kehidupan beragama serta memperkuat stabilitas sosial di tengah masyarakat.
“Kita tentunya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus MUI hingga saat ini. Stabilitas organisasi keagamaan terjaga dengan baik, bahkan tidak ada tanda-tanda perpecahan di dalam organisasi besar seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama di bawah bimbingan MUI Sumsel,” ujar Herman Deru.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa MUI Sumsel telah menjalankan fungsinya secara optimal sebagai wadah pemersatu umat sekaligus mitra strategis pemerintah daerah.
berlangsung secara demokratis
Terkait pelaksanaan MUSDA XI, Herman Deru berharap proses pemilihan kepengurusan baru dapat berlangsung secara demokratis, mengedepankan kualitas kepemimpinan dan integritas calon-calon yang akan mengemban amanah organisasi pada masa mendatang.
“Kepada panitia pelaksana dan para peserta yang memiliki hak memilih, saya berharap mekanisme pemilihan berjalan dengan baik dan lebih memfokuskan pada kualitas kandidat dari berbagai latar belakang,” tegasnya.
Minta arahan Gubernur
Ia juga meminta seluruh persiapan kegiatan diselesaikan secara matang agar MUSDA menghasilkan kepengurusan yang mampu melanjutkan peran penting MUI dalam membimbing umat dan mendukung pembangunan daerah.
Sementara itu, Wakil Dewan Pertimbangan MUI Sumsel, KH Abdul Shobur, mengatakan bahwa audiensi tersebut bertujuan meminta arahan sekaligus dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terhadap pelaksanaan MUSDA XI MUI Sumsel.
“Kami ingin mendapatkan petunjuk dan dukungan dari Bapak Gubernur agar pelaksanaan MUSDA ini dapat berjalan lancar, sukses, dan menghasilkan keputusan-keputusan terbaik bagi umat,” ujarnya.
BACA ARTIKEL TERKAIT :
MUI, Antara Menjadi Menara, dan Serambi Rumah Umat
Dalam kesempatan tersebut, MUI Sumsel juga secara resmi mengundang Gubernur Sumatera Selatan untuk membuka MUSDA XI MUI Sumsel Tahun 2026.**
Teks : Imron Supriyadi | Foto : Google Image








