Beranda Agama Kades Muara Damai, Larang Warga Membakar Hutan

Kades Muara Damai, Larang Warga Membakar Hutan

14
0
BERBAGI
peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Muara Damai, Selasa (25/8/2026).

Peringatan Maulid Nabi Jadi Momentum Mengajak Masyarakat Menjaga Lingkungan

BANYUASIN, Inspirasinews.com  — Kepala Desa Muara Damai, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Erwin Suba’i, mengingatkan seluruh masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan. Larangan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan sekaligus mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pesan itu disampaikan Erwin Suba’i di hadapan masyarakat dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Muara Damai, Selasa (25/8/2026).

Menurut Erwin, menjaga alam dan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, masyarakat diminta tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.

“Saya memperingatkan dengan tegas kepada seluruh warga Desa Muara Damai untuk tidak membakar lahan. Membakar lahan dapat merusak lingkungan, membahayakan kesehatan masyarakat, serta menimbulkan dampak yang luas,” kata Erwin.

Ia menegaskan, persoalan kebakaran lahan bukan hanya berdampak pada pemilik atau masyarakat di sekitar lokasi. Asap yang ditimbulkan dapat mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas pendidikan, perekonomian, hingga kehidupan sosial warga.

FOTO BERSAMA usai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Muara Damai, Selasa (25/8/2026).

Karena itu, ia mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga lingkungan Desa Muara Damai agar tetap bersih, sehat, dan lestari.

“Islam juga mengajarkan kepada kita untuk menjaga alam dan tidak membuat kerusakan di muka bumi. Mari kita rawat lingkungan kita bersama-sama demi kehidupan anak-anak dan generasi yang akan datang,” ujarnya.

Peringatan mengenai larangan membakar lahan tersebut disampaikan dalam suasana peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang berlangsung penuh khidmat dan kebersamaan.

Kegiatan tersebut dihadiri perangkat Desa Muara Damai, tokoh agama, tokoh masyarakat, para ketua RT dan RW, serta masyarakat dari berbagai kalangan.

Hadir sebagai penceramah undangan, Ustadz Syamsul Aidil, S.Ag dari Palembang. Dalam tausiyahnya, ia mengajak jamaah untuk menjadikan peringatan Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi sebagai momentum untuk meneladani kehidupan dan akhlak Rasulullah SAW.

Rasulullah SAW, kata dia, diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam. Karena itu, nilai-nilai Islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW tidak hanya mengajarkan hubungan manusia dengan Allah SWT, tetapi juga hubungan yang baik dengan sesama manusia dan lingkungan.

Jamaah tampak khusyuk mengikuti rangkaian tausiyah yang membahas perjalanan hidup, perjuangan, serta keteladanan akhlak Nabi Muhammad SAW.

Kepala Desa Muara Damai juga mengajak masyarakat menjadikan semangat Maulid Nabi sebagai momentum untuk memperkuat persaudaraan dan kebersamaan dalam membangun desa.

“Mari kita jadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini sebagai momentum untuk memperbaiki diri, meneladani akhlak Rasulullah, serta mempererat tali persaudaraan antarwarga,” kata Erwin.

Ia berharap nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dapat terus hidup dalam kehidupan masyarakat Desa Muara Damai.

Dengan semangat kebersamaan, kepedulian terhadap sesama, dan tanggung jawab menjaga lingkungan, Erwin berharap Desa Muara Damai dapat terus menjadi desa yang rukun, aman, damai, dan sejahtera.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, menurutnya, juga menjadi pengingat bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari, termasuk menjaga persaudaraan, menciptakan kedamaian, serta menjaga alam dari berbagai bentuk kerusakan.

“Meneladani Rasulullah berarti menghadirkan rahmat, bukan kerusakan. Mari kita jaga sesama dan jaga lingkungan kita,” ujarnya.**

Teks asli / foto : realitaterkini.com  |  Editor : Man/Imron

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here