Label: cerpen
Luay dan Rambut Putih Eyang Kakung
Cerpen Imron Supriyadi
Kabar itu datang menjelang siang.
“Caca sudah hamil sembilan bulan, Yah. Sebentar lagi lahir.”
Aku membaca pesan itu berulang-ulang. Bukan karena kalimatnya sulit dipahami....
Nak, Tuhan Tuhan Kasih Kuping Kita Dua…
Cerpen: Imron Supriyadi
Pagi itu, angin berembus perlahan dari balik jendela. Tapi Andika pulang sekolah seperti sedang memikul beban dunia. Raut wajahnya kusut, dan langkahnya...
Menyemai Cahaya Kata – Cerpen Imron Supriyadi
Cerpen Imron Supriyadi
Marikan tak pernah bercita-cita jadi siapa-siapa. Apalagi jadi MC. Apalagi jadi khatib. Imam? Jangankan jadi imam shalat, jadi imam jalan kaki di...











