Beranda Daerah FORHATI Sumsel Desak Pengusutan Tuntas Kasus Pelecehan Anak di Gandus

FORHATI Sumsel Desak Pengusutan Tuntas Kasus Pelecehan Anak di Gandus

14
0
BERBAGI
TRAUMA : Forhati Sumsel, MD KAHMI Ogan Ilir, Puskesmas Gandus, serta perwakilan Lurah Gandus mengunjungi korban pelecehan seksual yang mengalami trauma d kecamatan Gandus, Sabtu (9/5/2026)

PALEMBANG, Inspirasinews.com – Kasus dugaan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur di kawasan Gandus, Kota Palembang, memicu keprihatinan berbagai kalangan.

Sejumlah anggota Forum Alumni HMI-Wati (FORHATI) Sumatera Selatan mendatangi rumah korban pada Sabtu (9/5/2026) untuk memberikan dukungan moral sekaligus mendorong aparat segera mengusut kasus tersebut secara tuntas.

Korban, yang disamarkan dengan nama Bunga (12), diketahui masih duduk di bangku sekolah dasar. Hingga kini, korban disebut masih mengalami trauma pascakejadian.

Ketua MD Korps Alumni HMI (KAHMI) Ogan Ilir yang juga anggota FORHATI Sumsel, Uswatun Hasanah, mengatakan kekerasan seksual terhadap anak tidak boleh dipandang sebagai persoalan biasa.

“Peristiwa ini harus menjadi pelajaran bersama agar masyarakat lebih waspada dan peduli terhadap lingkungan sekitar, terutama terhadap anak-anak,” ujar Uswatun saat mengunjungi rumah korban bersama pengurus FORHATI Sumsel, pihak Puskesmas Gandus, dan aparat kelurahan setempat.

Menurut dia, perlindungan terhadap anak merupakan tanggung jawab bersama, tidak hanya keluarga korban. Masyarakat diminta lebih peka terhadap aktivitas di lingkungan sekitar guna mencegah terjadinya kasus serupa.

“Ini harus menjadi perhatian semua pihak demi kepastian hukum dan perlindungan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa,” katanya.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan FORHATI Sumsel juga memberikan bantuan dan bingkisan kepada keluarga korban sebagai bentuk dukungan moral di tengah tekanan psikologis yang dialami korban.

Ketua Presidium FORHATI Sumsel, Heny Susantih, menilai tindak kekerasan seksual terhadap anak merupakan kejahatan serius yang harus mendapatkan perhatian penuh aparat penegak hukum.

“Anak-anak seharusnya mendapatkan rasa aman, baik di lingkungan tempat tinggal maupun sekolah. Kami berharap aparat segera menangkap pelaku dan memberikan hukuman sesuai aturan hukum yang berlaku,” ujar Heny.

Ia juga mengungkapkan keresahan masyarakat apabila pelaku masih berada di sekitar lokasi kejadian. Kondisi itu dinilai dapat menimbulkan ketakutan di tengah warga serta mengancam keselamatan anak-anak lain.

“Kami resah jika pelaku masih berkeliaran. Ini menyangkut rasa aman masyarakat,” katanya.

Selain mendesak percepatan pengungkapan kasus, FORHATI Sumsel meminta aparat membuka akses terhadap rekaman kamera pengawas (CCTV) yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut. Rekaman dinilai dapat membantu proses identifikasi pelaku.

Kasus dugaan pelecehan seksual terhadap anak di Gandus ini menjadi perhatian publik karena menyangkut keamanan anak di lingkungan permukiman. Desakan agar aparat bertindak cepat terus menguat dari berbagai elemen masyarakat.

Dalam kunjungan itu turut hadir pihak Puskesmas Gandus dan aparatur kelurahan setempat yang memberikan dukungan moral kepada korban dan keluarga. Kehadiran tenaga kesehatan diharapkan dapat membantu proses pemulihan psikologis korban.

FORHATI Sumsel juga mengajak masyarakat untuk tidak bersikap apatis terhadap kasus kekerasan seksual terhadap anak. Kepedulian sosial dan keberanian melapor dinilai penting guna mencegah munculnya korban baru.

Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa kekerasan seksual terhadap anak masih menjadi persoalan serius yang memerlukan perhatian bersama, baik dalam penegakan hukum maupun pemulihan korban.**

Teks : Ahmad Maulana   |  Editor : Warman P   |  Foto : Dok.Forhati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here