Beranda Agama Suara dari Masjid yang Belum Berdiri : Ponpes Al Khoir Palembani Buka...

Suara dari Masjid yang Belum Berdiri : Ponpes Al Khoir Palembani Buka Wakaf Jalan dan Masjid Santri

26
0
BERBAGI
Santri-Santri Ponpes AL Khoir Palembani

Langit pagi di kawasan Pondok Pesantren Al Khoir Palembani masih bening ketika beberapa santri berjalan pelan melewati jalan tanah yang sempit.

Di kiri-kanan, semak dan pepohonan tumbuh rapat. Jika hujan turun, jalan itu berubah licin. Bila malam datang, gelapnya nyaris tanpa cahaya.

Namun di tempat yang masih sederhana itu, cita-cita besar sedang dibangun.

Bukan gedung mewah.
Bukan pula bangunan yang menjulang demi kemegahan dunia.

Yang sedang diperjuangkan adalah jalan menuju ilmu dan sebuah masjid tempat ayat-ayat Al-Qur’an akan terus hidup dari generasi ke generasi.

Pondok Pesantren Al Khoir Palembani kini membuka gerakan “Wakaf Jalan dan Masjid Santri”. Sebuah ikhtiar membebaskan akses jalan menuju pondok sekaligus membangun masjid bagi para santri penghafal Al-Qur’an.

Barangkali, bagi sebagian orang, Rp200 ribu hanyalah uang yang cepat habis dalam sekali makan keluarga, secangkir kopi mahal, atau belanja yang terlupa esok hari. Tetapi di tempat ini, Rp200 ribu bisa berubah menjadi jalan bagi langkah para pencari ilmu.

Dan lebih dari itu, menjadi bata-bata kecil pembangun istana di surga.

Di dalam Islam, wakaf bukan sekadar memberi. Ia adalah menitipkan amal yang terus hidup bahkan ketika pemiliknya telah tiada. Setiap langkah santri menuju masjid, setiap huruf Al-Qur’an yang dibaca, setiap doa yang dipanjatkan di dalamnya, diyakini akan terus mengalir menjadi pahala jariyah.

Rasulullah SAW pernah bersabda:

“Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.”
(HR Muslim)

Masjid yang direncanakan itu kelak bukan hanya tempat shalat. Ia akan menjadi ruang lahirnya generasi Qur’ani. Tempat anak-anak belajar mengaji. Tempat doa-doa ibu dipanjatkan. Tempat seorang santri mungkin menghafal ayat pertama yang mengubah hidupnya.

Sementara jalan yang sedang diupayakan itu bukan sekadar akses tanah dan batu. Ia adalah jalan menuju ilmu, menuju kebaikan, menuju masa depan.

Panitia wakaf membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin ikut ambil bagian. Nilainya sederhana:

  • Rp200 ribu untuk wakaf satu meter
  • Rp100 ribu untuk setengah meter

Sedikit bagi sebagian orang. Tetapi bisa menjadi sangat besar di sisi Allah.

Sebab bisa jadi, dari nominal yang tampak kecil itu, berdiri sebuah masjid. Lalu dari masjid itu lahir hafiz-hafiz Al-Qur’an. Dan dari setiap ayat yang terus dibaca, mengalir pahala tanpa putus kepada mereka yang pernah ikut membangunnya.

Mungkin itulah mengapa para ulama menyebut wakaf sebagai investasi keabadian.

Sebuah amal yang tidak berhenti di dunia. Sebuah jalan sunyi menuju istana surga.

Dana wakaf dapat disalurkan melalui rekening:

  • Bank Mandiri: 1130000234009
    a.n. Pondok Pesantren Al Khoir Palembani
  • Sumsel Babel Syariah: 8090-90-35379
    a.n. Ponpes Al Khoir Palembani

Untuk informasi dan konfirmasi wakaf, masyarakat dapat menghubungi panitia di nomor: 0813-8352-8582

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here