Beranda Daerah Bupati Muara Enim Jadi Tersangka, KPK Usut Dugaan Suap Proyek Pengadaan Pendidikan

Bupati Muara Enim Jadi Tersangka, KPK Usut Dugaan Suap Proyek Pengadaan Pendidikan

17
0
BERBAGI
Bupati Muara Enim, H Edison, SH, M, Hum, tiba di KPK tadi pagi (Selasa, 09 Juni 2026)

JAKARTA, Inspirasinews.com — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Muara Enim, Edison, sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.

Penetapan status hukum tersebut dilakukan setelah penyidik menggelar perkara pascaoperasi tangkap tangan (OTT) yang berlangsung sejak akhir pekan lalu.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan bahwa Edison termasuk salah satu pihak yang ditetapkan sebagai tersangka.

“Benar, salah satunya adalah bupati,” kata Budi Prasetyo, Selasa (9/6/2026).

Selain Edison, KPK juga menetapkan tiga orang lainnya sebagai tersangka. Namun hingga Selasa pagi, lembaga antirasuah itu belum mengungkap identitas maupun peran masing-masing pihak dalam perkara tersebut.

Menurut Budi, para tersangka berasal dari unsur penyelenggara negara dan pihak swasta.

“Dari empat pihak yang ditetapkan sebagai tersangka, ada dari sisi penyelenggara negara dan ada juga dari pihak swasta,” ujarnya.

Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik melakukan ekspose atau gelar perkara pada Senin malam. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan bukti yang dikumpulkan dalam operasi tangkap tangan, KPK menilai telah terdapat bukti permulaan yang cukup untuk meningkatkan penanganan perkara ke tahap penyidikan.

“Berdasarkan kecukupan bukti permulaan yang diperoleh, perkara ini ditingkatkan ke tahap penyidikan dan para pihak ditetapkan sebagai tersangka,” kata Budi.

Dalam operasi yang dilakukan di wilayah Sumatera Selatan itu, KPK mengamankan 10 orang, termasuk Edison. Operasi dimulai sejak Minggu (7/6) malam dan berlanjut hingga Senin.

KPK juga menyita uang tunai senilai ratusan juta rupiah yang diduga berkaitan dengan praktik suap dalam proyek pengadaan di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim.

“Untuk barang bukti, sejauh ini terinformasi ada uang tunai senilai ratusan juta rupiah,” ujar Budi.

Tiba di Gedung KPK

Pada Selasa pagi, Edison tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Ia datang sekitar pukul 08.51 WIB dengan pengawalan penyidik.

Mengenakan kemeja biru dan masker putih, Edison tampak berjalan cepat menuju ruang pemeriksaan. Ia tidak memberikan pernyataan kepada wartawan yang telah menunggu sejak pagi.

Sejumlah pertanyaan terkait perkara yang menjeratnya tidak direspons. Edison hanya menundukkan kepala sambil memasuki gedung KPK.

Hingga berita ini diturunkan, KPK masih mendalami konstruksi perkara, termasuk dugaan aliran dana dan keterlibatan pihak lain dalam proyek pengadaan yang menjadi objek penyidikan.

Kasus ini menambah daftar kepala daerah yang tersangkut perkara korupsi melalui operasi tangkap tangan KPK.

BACA ARTIKEL TERKAIT :

Bagi Kabupaten Muara Enim, penetapan Edison sebagai tersangka kembali menempatkan daerah penghasil energi tersebut dalam sorotan nasional terkait integritas tata kelola pemerintahan daerah.*

Teks : Ahmad Maulana  |  Editor : Warman P  |  Foto : Google Image

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here