Beranda Sum-Sel Gubernur Herman Deru Bacakan Amanat Presiden Prabowo pada Hari Bhayangkara ke-80, Tekankan...

Gubernur Herman Deru Bacakan Amanat Presiden Prabowo pada Hari Bhayangkara ke-80, Tekankan Reformasi dan Pelayanan Publik Polri

14
0
BERBAGI
Herman Deru juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus bersyukur dan berdoa di tengah pengaruh kondisi ekonomi global. Menurutnya, Sumatera Selatan tetap mampu menunjukkan berbagai indikator makro yang positif

Gubernur Herman Deru Bacakan Amanat Presiden Prabowo pada Hari Bhayangkara ke-80, Tekankan Reformasi dan Pelayanan Publik Polri

Palembang – Inspirasinews.com-Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru membacakan amanat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, saat bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) pada Upacara Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan acara syukuran di halaman Griya Agung, Palembang, Rabu (1/7/2026) pagi.

Gubernur Herman Deru Bacakan Amanat Presiden Prabowo pada Hari Bhayangkara ke-80, Tekankan Reformasi dan Pelayanan Publik Polri

Dalam amanat Presiden yang dibacakannya, Herman Deru menyampaikan ucapan selamat dan rasa bangga Presiden kepada seluruh keluarga besar Polri di mana pun bertugas. Presiden juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dari negara serta ucapan terima kasih atas kerja keras, pengabdian, dan pengorbanan seluruh anggota Polri dalam menjaga stabilitas keamanan dalam negeri secara profesional dan tanpa mengenal lelah.

Presiden menyampaikan bahwa tema Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat”, mengandung makna bahwa seluruh perjalanan pengabdian Kepolisian Negara Republik Indonesia bermuara pada satu tujuan luhur, yakni memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Seluruh pengabdian Polri diarahkan untuk melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat. Perwujudan pengabdian tersebut hanya dapat tercapai apabila Polri mampu mencerminkan kesigapan, ketegasan, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas pokoknya.

Fokus utama pelayanan Polri adalah pelayanan yang responsif dan berorientasi pada manfaat langsung bagi masyarakat. Apabila masyarakat benar-benar merasakan kehadiran dan pengabdian Polri, maka Polri telah berhasil melaksanakan tugas pokoknya sebagaimana diamanatkan oleh undang-undang.

Presiden juga mengingatkan bahwa Indonesia sebagai bagian dari masyarakat internasional tidak dapat dilepaskan dari dinamika geopolitik global. Rivalitas kekuatan besar, perang siber, kejahatan transnasional, hingga ketidakpastian ekonomi dunia sebagai dampak konflik Amerika Serikat, Israel, dan Iran menuntut kesiapan Polri untuk mengantisipasi berbagai perkembangan situasi dan potensi kejahatan, termasuk memperkuat keamanan siber serta mendukung misi perdamaian dunia.

Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru membacakan amanat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, saat bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) pada Upacara Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan acara syukuran di halaman Griya Agung, Palembang, Rabu (1/7/2026)

Perkembangan situasi geopolitik global maupun regional yang semakin dinamis menjadi tantangan serius bagi institusi Polri, khususnya dalam menjaga dan memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Kejahatan yang terus berevolusi seiring kemajuan teknologi informasi serta tingginya ekspektasi publik menuntut Polri mampu beradaptasi dan merespons secara cepat setiap tuntutan masyarakat.

Dalam menghadapi tantangan tersebut, Polri tidak lagi cukup bekerja secara reaktif, tetapi harus mampu bergerak secara prediktif dan adaptif dalam merespons dinamika global sekaligus menjawab harapan masyarakat yang terus meningkat.

Presiden juga menegaskan bahwa keberhasilan berbagai program pemerintah tidak terlepas dari peran strategis Polri, antara lain mendukung Program Makan Bergizi Gratis melalui pembangunan 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari target 61.500 unit; mendukung program swasembada pangan melalui optimalisasi lahan jagung seluas 651.196 hektare yang berhasil meningkatkan produksi jagung nasional sebesar 9 persen atau setara 1,36 juta ton; melakukan penegakan hukum terhadap kejahatan yang merusak moral bangsa dan menyebabkan kebocoran keuangan negara, seperti narkoba, penyelundupan, dan judi online; menyediakan rumah bagi personel Polri dan masyarakat dengan meresmikan 10.905 unit hunian dari target pembangunan 15.923 unit; serta menjaga stabilitas keamanan untuk mendukung investasi, hilirisasi industri, proyek strategis nasional, kawasan industri hilirisasi, dan kawasan energi.

Menurut Presiden, tantangan tugas Polri ke depan akan semakin kompleks. Selain menghadapi kejahatan multidimensional, Polri juga dituntut terus melakukan reformasi birokrasi sebagai wujud nyata peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dengan telah disahkannya Undang-Undang Polri yang baru, Presiden berharap hal tersebut menjadi momentum bagi seluruh anggota Polri untuk melakukan pembenahan, baik dalam bidang pembinaan internal maupun operasional, guna menjawab perkembangan zaman dan tuntutan masyarakat.

Oleh karena itu, pada momentum Hari Bhayangkara ke-80, Presiden memberikan tiga arahan utama kepada seluruh jajaran Polri.

Pertama, memperkuat reformasi kelembagaan Polri. Reformasi birokrasi harus mampu mewujudkan institusi Polri yang profesional, transparan, akuntabel, berintegritas, serta berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas. Polri juga harus menunjukkan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan zaman melalui transformasi organisasi yang lebih responsif dan terbuka terhadap pengawasan publik.

Kedua, meningkatkan profesionalitas dalam pelaksanaan tugas. Setiap anggota Polri harus mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan menjalankan penegakan hukum secara profesional. Pemanfaatan teknologi informasi harus dioptimalkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan, transparansi proses kerja, serta memperkuat akuntabilitas organisasi guna meningkatkan kepercayaan publik.

Ketiga, memperkuat kapasitas sumber daya manusia dalam menghadapi kompleksitas ancaman di era digital. Kemajuan teknologi informasi selalu diiringi perubahan karakteristik ancaman keamanan. Oleh sebab itu, Polri harus memiliki sumber daya manusia yang profesional, adaptif, berintegritas, menguasai teknologi, dan berorientasi pada pelayanan sehingga mampu menjadi penjaga keamanan sekaligus pelindung masyarakat dari berbagai ancaman dan kejahatan.

Presiden juga mengingatkan bahwa pengabdian kepada masyarakat bukan sekadar kewajiban, melainkan komitmen institusi Polri dalam memberikan pelayanan yang berkualitas serta membangun kedekatan dengan masyarakat. Tugas pokok Polri bukan hanya menjaga keamanan dan menegakkan hukum, tetapi juga menjaga kepercayaan publik. Untuk itu, Polri harus terus bertransformasi menjadi institusi yang semakin profesional, humanis, responsif, dan prediktif dengan menempatkan pengabdian kepada masyarakat sebagai jati diri Polri.

Sementara itu, dalam sambutannya pada rangkaian syukuran Hari Bhayangkara ke-80, Gubernur Sumsel Herman Deru menyampaikan rasa syukur atas usia pengabdian Polri yang telah mencapai 80 tahun.

Menurut Herman Deru, Hari Bhayangkara tahun ini menjadi semakin istimewa karena bertepatan dengan disahkannya Undang-Undang Polri yang baru.

“Ini merupakan kado istimewa yang diberikan oleh negara kepada Bapak dan Ibu sekalian. Tentu saja, selain menjadi amanah, hal ini juga membawa tanggung jawab yang besar,” ujarnya.

Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan seluruh masyarakat Sumsel, Herman Deru menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi serta pengabdian Polri, khususnya jajaran Polda Sumsel, dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bersama seluruh aparat penegak hukum dan TNI dari seluruh matra.

“Hari ini kami, jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan seluruh masyarakat Sumatera Selatan, mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan pengabdian Polri, khususnya di Sumatera Selatan, dalam menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat bersama seluruh aparat penegak hukum dan TNI dari semua matra,” katanya.

Pada kesempatan itu, Herman Deru juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus bersyukur dan berdoa di tengah pengaruh kondisi ekonomi global. Menurutnya, Sumatera Selatan tetap mampu menunjukkan berbagai indikator makro yang positif.

“Alhamdulillah, Sumatera Selatan tetap berada pada kondisi yang baik. Inflasi terkendali, pertumbuhan ekonomi berjalan baik, dan insyaallah angka kemiskinan terus menurun,” ungkapnya.

Secara khusus, Herman Deru juga menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran Polri atas hasil Survei Litbang Kompas yang menunjukkan meningkatnya tingkat kepuasan dan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan Polri.

“Mudah-mudahan ini menjadi pemacu dan pemicu bagi seluruh anggota Polri, khususnya jajaran Polda Sumatera Selatan, untuk semakin meningkatkan pelayanan dan kepercayaan masyarakat,” tambahnya.

Upacara Hari Bhayangkara ke-80 berlangsung khidmat dan meriah dengan menampilkan atraksi paramotor, drumband Polda Sumsel, serta penampilan Polisi Cilik dari Polres OKU.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, M.D.A., Wakapolda Sumsel Brigjen Pol. Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., serta sejumlah tamu undangan lainnya.(Pas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here