Beranda Agama Akhir Pekan ini, Safari Subuh GEMMA PP Laa Roiba Hadir di Masjid...

Akhir Pekan ini, Safari Subuh GEMMA PP Laa Roiba Hadir di Masjid Al Muhajirin BTN Karang Asam

44
0
BERBAGI
AL AMIN PELITASARI - Dedi Nicho Azizwandy, salah satu santri PP Laa Roiba sedang praktik MC di Masjid Al Amin Pelitasari Muara Enim, dalam rangkaian Safari Subuh GEMMA PP Laa Roiba, Ahad, 13 September 2026 (Foto : Dok GEMMA/Arvey)

MUARA ENIM, Inspirasinews.com — Program Gerakan Memakmurkan Masjid (GEMMA) Pondok Pesantren Tahfidz dan Dakwah Laa Roiba Muara Enim kembali melanjutkan rangkaian Safari Subuh.

Setelah sebelumnya dilaksanakan di Masjid Al Amin Pelitasari Muara Enim, kegiatan berikutnya dijadwalkan berlangsung di Masjid Al Muhajirin BTN Karang Asam, Tanjung Enim, Ahad, 20 September 2026.

Hal ini disampaikan Koordionator GEMMA PP Laa Roiba, Ustadz Imron Supriyadi, S.Ag, M.Hum, Selasa, (15/09/2026).

“Tadi malam kita sudah mendapat jawaban kesediaan pengurus masjid, jadi Insya Allah jadwal akhir pekan ini, tepatnya Hari Ahad 20 September kita akan hadir di Masjid Al Muhajirin BTN Karang Asam,” tegasnya.

Lebih lanjut Ustadz Imron menjelaskan, Safari Subuh merupakan salah satu program GEMMA PP Laa Roiba yang diarahkan untuk menghidupkan kegiatan masjid sekaligus memberikan ruang bagi para santri untuk belajar dan berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Kegiatan akan dimulai sejak sebelum waktu Subuh. Para santri PP Laa Roiba akan hadir untuk mengambil bagian dalam sejumlah rangkaian kegiatan, mulai dari azan dan iqamah, menjadi imam salat Subuh, pembawa acara (MC), penyampaian kultum, hingga doa penutup usai acara.

“Program ini sekaligus menjadi sarana pembelajaran praktis bagi para santri agar memiliki keberanian dan kesiapan ketika nantinya kembali dan terjun ke tengah masyarakat,” tambahnya.

Senanda dengan itu, Pendiri dan Pimpinan PP Laa Roiba Muara Enim, KH Taufik Hidayat, S.Ag., M.I.Kom., mengatakan, pesantren tidak hanya menjadi tempat santri mendapatkan pembekalan ilmu agama, tetapi juga harus menjadi tempat mempersiapkan mereka agar mampu mengamalkan ilmu tersebut di tengah masyarakat.

“Kalau anak SMK jurusan perhotelan praktiknya di hotel, jurusan mesin praktiknya di bengkel. Kalau santri, praktiknya di masjid,” ujar Kiai Taufik.

Menurutnya, melalui Safari Subuh, santri dilatih untuk menjadi bagian dari kehidupan masjid. Mereka tidak hanya belajar menjadi imam, muazin atau menyampaikan kultum, tetapi juga belajar berkomunikasi dengan jamaah, pengurus masjid dan masyarakat.

“Kalau di pondok itu masa pembekalan, dan di masjid melalui Safari Subuh adalah praktik,” katanya.

Dilaksanakan Bergilir

Safari Subuh GEMMA PP Laa Roiba dilaksanakan secara bergilir di sejumlah masjid di wilayah Muara Enim, Tanjung Enim dan Kabupaten Lahat. Untuk mendukung kegiatan tersebut, Tim GEMMA membentuk empat tim, yang masing-masing didampingi ustaz pengasuh santri.

Kegiatan perdana tahun 2026 sebelumnya telah dilaksanakan di Masjid Al Amin Pelitasari Muara Enim, pada Ahad, 13 September 2026. Dalam kegiatan tersebut, para santri terlibat langsung dalam pelaksanaan kegiatan selepas salat Subuh.

Kiai Taufik menjelaskan, pemilihan waktu Subuh bukan tanpa alasan. Menurutnya, salat Subuh memiliki tantangan tersendiri karena dilaksanakan pada waktu ketika sebagian besar masyarakat masih beristirahat.

“Subuh ini salah satu waktu yang paling berat. Karena itu, jamaah Subuh menjadi salah satu gambaran tentang kesungguhan seseorang dalam menjaga ibadah,” ujarnya.

Ia menegaskan, hal tersebut bukan berarti jamaah salat pada waktu lainnya tidak penting. Namun, Subuh memiliki keutamaan sekaligus tantangan tersendiri karena membutuhkan kesungguhan untuk bangun pada waktu fajar.

Hal itu sejalan dengan QS Al-Isra’ ayat 78 yang menyebut salat fajar sebagai salat yang disaksikan, serta sejumlah hadis Nabi Muhammad SAW mengenai keutamaan salat Subuh dan Isya.

Masjid sebagai Ruang Pembelajaran

Melalui Safari Subuh, PP Laa Roiba berharap para santri semakin terbiasa tampil di hadapan masyarakat.

“Mereka juga belajar bahwa memakmurkan masjid bukan hanya dengan menghadiri salat berjamaah, tetapi juga dengan ikut menjaga, merawat dan menghidupkan berbagai kegiatan di dalamnya,” tegasnya.

Pada pelaksanaan sebelumnya di Masjid Al Amin, sejumlah santri bahkan turut membantu membersihkan masjid setelah rangkaian kegiatan selesai.

Menurut Kiai Taufik, pengalaman seperti itu penting bagi pembentukan karakter santri.

“Santri harus belajar menjadi bagian dari masjid dan belajar bersama masyarakat. Sehingga ketika selesai mondok, mereka sudah memiliki kesiapan mental dengan bekal yang ada,” katanya.

Pada Ahad, 20 September 2026, Masjid Al Muhajirin BTN Karang Asam Tanjung Enim menjadi tujuan berikutnya.

Para santri kembali akan meninggalkan pesantren sebelum fajar, membawa bekal ilmu dari pondok untuk dipraktikkan langsung di tengah jamaah. Dari pesantren mereka datang ke masjid. Dari masjid, mereka belajar kembali menjadi bagian dari masyarakat.

Kiai Taufik menegaskan, Safari Subuh melalui Program GEMMA ini, diharapkan menjadi sarana mempererat hubungan antara pesantren, masjid dan masyarakat.

Karena itu, pengurus masjid yang ingin menjadi bagian dari rangkaian Safari Subuh GEMMA PP Laa Roiba dapat berkoordinasi dengan Tim GEMMA untuk menentukan jadwal kunjungan.

BACA BERITA TERKAIT : Safari Subuh Pesantren Laa Roiba : Santri Belajar Menjadi Warga Masjid

“Sejumlah masjid sudah kami kirim surat pemberitahuan melalui WA. Selanjutnya pengurus bisa koordinasi dengan tim GEMMA,” tambahnya. **

Teks : Newsroom  |  Foto : Dok.GEMMA/Arvey

Konfirmasi dapat disampaikan melalui: Sekretaris dan Tim GEMMA :

  • HP/WA  : Ustadz Rio (0852-4686-0765)
  • HP/WA  : Ustadz Tegar (0853-8258-3936)

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here