Beranda Budaya KCFI Sumsel Dorong Sineas Manfaatkan Platform Digital untuk Film Vertikal

KCFI Sumsel Dorong Sineas Manfaatkan Platform Digital untuk Film Vertikal

21
0
BERBAGI
Gambar Kamera untuk Film (Foto.Google Image)

KCFI Sumsel — Mendorong kreativitas, memperluas ruang apresiasi, dan menghidupkan ekosistem perfilman Indonesia.

Yosep Suterisno, Ketua KCFI Sumsel

PALEMBANG, Inspirasinews.com — Perkembangan teknologi digital membuka ruang baru bagi sineas dan kreator Indonesia untuk mendistribusikan karya film dalam format yang lebih adaptif dengan kebiasaan menonton masyarakat.

Salah satu peluang tersebut hadir melalui Tiviqu.id, sebuah platform digital yang membuka ruang bagi karya film berformat vertikal, baik berupa film pendek maupun serial.

Komunitas Cinta Film Indonesia (KCFI) Sumatera Selatan menyambut positif hadirnya ruang distribusi baru tersebut. Bagi komunitas perfilman, perkembangan film vertikal menunjukkan bahwa kreativitas sineas tidak lagi harus dibatasi oleh format layar konvensional.

Ketua KCFI Sumsel, Yosep Suterisno, SE mengatakan, melalui Tiviqu.id, para sineas, kreator konten, animator, dan storyteller Indonesia memiliki kesempatan untuk memperluas jangkauan karya mereka kepada penonton melalui platform digital.

Platform tersebut membuka peluang bagi karya dengan durasi minimal dua menit, baik berupa film pendek maupun serial vertikal.

Karya yang ditawarkan mencakup berbagai bentuk produksi, mulai dari film pendek vertikal, series vertikal berbagai genre, animasi berbasis artificial intelligence (AI), hingga film live shot atau karya yang diproduksi melalui pengambilan gambar secara langsung.

Membuka Layar Baru bagi Kreator

Yosep, mengatakan perkembangan platform digital semestinya dilihat sebagai peluang bagi para sineas untuk memperluas ekosistem perfilman.

Menurut dia, perubahan kebiasaan masyarakat dalam mengonsumsi konten audiovisual menuntut para kreator untuk terus beradaptasi, termasuk dalam hal format dan cara mendistribusikan karya.

 “Film tidak lagi hanya berbicara tentang layar bioskop. Sekarang layar ada di tangan masyarakat. Karena itu, format vertikal juga merupakan ruang kreatif yang perlu dijelajahi oleh sineas dan kreator,” kata Yosep.

Ia menilai kehadiran platform seperti Tiviqu.id dapat menjadi alternatif bagi kreator yang selama ini memiliki karya, tetapi belum menemukan ruang distribusi yang sesuai.

“Jangan sampai karya yang sudah dibuat dengan penuh kreativitas hanya tersimpan di laptop atau gadget. Yang dibutuhkan sineas bukan hanya kemampuan membuat film, tetapi juga ruang agar karya tersebut dapat bertemu dengan penontonnya,” ujarnya.

Menurut Yosep, format vertikal juga memberikan tantangan kreatif tersendiri. Sineas dituntut mampu membangun cerita, komposisi gambar, karakter, dan ritme yang efektif dalam bidang layar yang berbeda dari film layar lebar konvensional.

Kesempatan bagi Sineas Muda

KCFI Sumsel melihat peluang tersebut terutama penting bagi sineas muda dan kreator pemula yang mulai memproduksi film menggunakan perangkat yang mudah dijangkau, termasuk telepon pintar.

Dengan teknologi kamera yang semakin mudah digunakan dan berkembangnya kecerdasan buatan, produksi audiovisual kini dapat dilakukan dengan sumber daya yang lebih fleksibel.

Namun, kemudahan teknologi tetap perlu diikuti kemampuan bercerita.

“Teknologi adalah alat. Yang paling penting tetap cerita. Kamera boleh sederhana, bahkan produksinya bisa memanfaatkan teknologi AI, tetapi gagasan, karakter, konflik dan pesan yang dibangun harus mampu membuat penonton tertarik,” kata Yosep.

Karena itu, KCFI Sumsel mendorong sineas dan kreator untuk tidak ragu mengeksplorasi berbagai bentuk cerita melalui platform digital.

Film pendek berdurasi minimal dua menit pun dapat menjadi ruang untuk menyampaikan gagasan sosial, budaya, kemanusiaan, pendidikan, lingkungan, maupun persoalan kehidupan sehari-hari.

Dari Gadget Menuju Penonton

Kehadiran Tiviqu.id sekaligus menunjukkan semakin beragamnya ekosistem distribusi karya audiovisual di Indonesia.

Para kreator tidak harus menunggu sebuah karya masuk ke layar bioskop untuk dapat memperkenalkannya kepada publik.

Platform digital memberikan kemungkinan bagi karya-karya pendek dan serial untuk menemukan penonton melalui perangkat yang sehari-hari mereka gunakan.

Bagi sineas, kondisi tersebut membuka peluang baru untuk membangun portofolio, menguji respons penonton, sekaligus mengembangkan kreativitas dalam format yang lebih ringkas.

Para sineas, kreator konten, animator, dan storyteller Indonesia yang memiliki karya film vertikal dapat mengakses informasi lebih lanjut melalui Tiviqu.id.

Tiviqu.id membuka ruang bagi film pendek berformat vertikal dengan durasi minimal dua menit, serial vertikal, animasi berbasis AI, maupun film live shot.

Bagi KCFI Sumsel, yang terpenting dari perkembangan ini bukan semata-mata munculnya platform baru, tetapi semakin terbukanya ruang bagi cerita-cerita Indonesia untuk menemukan penontonnya.

“Kita ingin semakin banyak orang berani membuat film. Karena setiap daerah, setiap komunitas, bahkan setiap anak muda sebenarnya punya cerita. Sekarang tantangannya adalah bagaimana cerita itu dikemas dengan baik dan menemukan layar untuk ditonton,” ujar Yosep.**


Informasi dan pengajuan karya dapat dilakukan melalui Tiviqu.id, sedangkan informasi kontak yang disediakan adalah 0815 8986466.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here