
MUARA ENIM, Inspirasinews.com — Jumat pagi, 7 Agustus 2026, suasana di sekitar Masjid Babussalaam Islamic Centre Muara Enim tampak berbeda. Bukan karena lantunan azan atau ramainya jamaah yang datang menunaikan salat Jumat, melainkan karena sejumlah personel Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muara Enim terlihat sibuk membersihkan lingkungan masjid.
Dengan mengenakan seragam olahraga, mereka bergerak bersama. Ada yang menyapu halaman, membersihkan bagian sekitar bangunan masjid, merapikan lingkungan, hingga memastikan kawasan tempat ibadah tersebut terlihat lebih bersih dan nyaman.

Sesekali terdengar canda dan percakapan ringan. Tidak ada sekat antara petugas dan lingkungan masjid. Yang tampak adalah kebersamaan—tangan-tangan yang bekerja untuk satu tujuan sederhana: membuat tempat ibadah menjadi lebih bersih dan nyaman.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Aksi Bersih Kemerdekaan yang dilaksanakan Lapas Kelas IIB Muara Enim dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Masjid Babussalaam Islamic Centre menjadi salah satu lokasi yang dipilih dalam kegiatan tersebut.
Kemerdekaan yang Hadir dalam Kerja Nyata
Selama ini, peringatan kemerdekaan sering kali identik dengan upacara, perlombaan, bendera merah putih, dan berbagai kegiatan seremonial. Namun, di halaman Masjid Babussalaam pagi itu, makna kemerdekaan hadir dalam bentuk yang lebih sederhana.
Ia hadir melalui sapu yang digerakkan, halaman yang dibersihkan, rumput yang dirapikan, dan lingkungan masjid yang ditata bersama.
Di situlah gotong royong menemukan maknanya.
Aksi Bersih Kemerdekaan tidak sekadar berbicara tentang kebersihan lingkungan. Ada pesan sosial yang lebih dalam: bahwa membangun Indonesia tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Ia dapat dimulai dari tempat kita berpijak, dari lingkungan tempat kita tinggal, bahkan dari halaman masjid tempat umat bersujud kepada Allah SWT.
Semangat tersebut sejalan dengan pesan yang terpampang pada spanduk kegiatan:
“Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.”
Sebuah pesan yang terasa semakin bermakna ketika diterjemahkan ke dalam tindakan nyata.
Masjid, Ruang Bersama
Masjid bukan hanya tempat untuk melaksanakan ibadah ritual. Dalam sejarah Islam, masjid juga menjadi ruang perjumpaan, pendidikan, pembinaan masyarakat dan penguatan solidaritas sosial.
Karena itu, menjaga kebersihan masjid sesungguhnya merupakan bagian dari menjaga kehormatan ruang bersama umat.
Lingkungan masjid yang bersih akan membuat jamaah merasa nyaman. Anak-anak yang datang mengaji mendapatkan ruang yang sehat. Para musafir yang singgah menemukan tempat yang layak untuk beristirahat dan beribadah.

Maka, ketika personel Lapas Kelas IIB Muara Enim memilih lingkungan Masjid Babussalaam sebagai salah satu sasaran Aksi Bersih Kemerdekaan, kegiatan tersebut memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar membersihkan halaman.
Ia menjadi bentuk kepedulian sosial.
Ia menjadi praktik gotong royong.
Dan, pada saat yang sama, menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat.
Dari Halaman Masjid, Kita Belajar tentang Indonesia
Ada sesuatu yang menarik dari kegiatan sederhana semacam ini. Orang sering berbicara tentang Indonesia yang maju, masyarakat yang sejahtera, dan bangsa yang kuat.
Namun, bangsa yang besar dibangun dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan bersama.
Membuang sampah pada tempatnya.
Membersihkan lingkungan.
Merawat fasilitas umum.
Menjaga rumah ibadah.
Membantu orang lain.
Dan mau bergotong royong tanpa bertanya terlebih dahulu, “Apa yang saya dapat?”
Semangat itulah yang terlihat di halaman Masjid Babussalaam Islamic Centre Muara Enim.
Para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan. Suasana berlangsung dalam kebersamaan dan kekeluargaan. Setelah lingkungan masjid dibersihkan, mereka kemudian mengabadikan kebersamaan tersebut melalui foto bersama.
Halaman masjid yang sebelumnya menjadi sasaran kerja bersama itu pun tampak lebih bersih dan tertata.
Kemerdekaan dan Pengabdian
Memasuki usia 81 tahun Indonesia Merdeka, peringatan kemerdekaan seharusnya tidak berhenti pada mengenang perjuangan para pahlawan.
Kemerdekaan juga mengandung tanggung jawab untuk melanjutkan perjuangan melalui pengabdian.
Jika dahulu para pahlawan berjuang dengan tenaga dan pengorbanan untuk merebut kemerdekaan, maka generasi hari ini dapat meneruskan semangat tersebut melalui karya, pelayanan, kepedulian dan perbuatan yang memberi manfaat.
Aksi Bersih Kemerdekaan yang dilakukan Lapas Kelas IIB Muara Enim menjadi salah satu contoh kecil bagaimana semangat itu diterjemahkan.
Tidak perlu menunggu menjadi pahlawan untuk berbuat baik.
Cukup mulai dari lingkungan sendiri.
Cukup mulai dari tempat ibadah.
Cukup mulai dari halaman masjid.
Sebab kebersihan bukan hanya persoalan estetika. Ia juga bagian dari budaya hidup sehat, kepedulian sosial dan penghormatan terhadap tempat yang digunakan umat untuk beribadah.
Dan pada akhirnya, dari halaman masjid kita kembali diingatkan:
Dari lingkungan yang bersih, tumbuh masyarakat yang sehat. Dari semangat gotong royong, tumbuh persaudaraan. Dari kepedulian yang dilakukan bersama, tumbuh Indonesia yang kuat dan maju.
Teks: Tim Media BP4ABI Muara Enim
Editor: Imron Supriyadi











