Label: Imron supriyadi
Cerita Isteriku di Suatu Pagi – Puisi Imron Supriyadi
Puisi Imron Supriyadi
Pagi itu sarapan sudah terhidang.
Nasi mengepul.
Kopi masih menyeruakkan aroma.
Istriku duduk di depanku.
Aku sedang ingin bercanda.
“Bunda,” kataku,
“negeri kita ini kan kaya raya.
Kok rakyatnya...
Pak Kiai, Kok Amplopnya Lebih Tebal dari Santri?
Seperti sudah menjadi tradisi, setiap kali ada musibah kematian, Kiai Muis, pendiri sekaligus pimpinan Pondok Pesantren Tahfiz Rahmat Palembang, hampir selalu diundang untuk datang...
Keteladanan Nabi Muhammad dalam Keberagaman Budaya
Ada satu kisah yang selalu saya ingat ketika bicara tentang keteladanan Nabi Muhammad dalam keberagaman budaya. Waktu itu, Rasulullah SAW baru saja tiba di...
Kultum di Mushola Al-Istiqomah, Pesantren Laa Roiba Ajak Bersihkan “Duri”
...sikap umat sebagian yang selalu ingin menunda berbuat baik dengan menjawab : nanti saja, saya masih muda. Urusan akhirat itu urusan nanti, sekarang urusan...
Imron Supriyadi : Meniti Dakwah di Jalan Sunyi
Sore itu tidak benar-benar sunyi. Di Muara Enim, suara mesin dari perut bumi—tambang batu bara—seperti dengung yang tak selesai. Langit menggantung, lembayungnya tipis, seperti...











