Opini
Beranda Opini
TEOLOGI AYAM PAK MAJID (Mengenang Kiai Abdul Majid, Guru yang Mengajari Kami Berbaik Sangka)
Ada orang yang mengajari kita melalui buku. Ada yang mengajari kita melalui mimbar. Ada pula yang mengajari kita melalui khutbah yang panjangnya sampai membuat jamaah diam-diam...
Jangan Pernah Membawa Bantal ke Rumah Sakit
jangan-jangan yang selama ini kita kira membutuhkan bantal hanyalah kepala. Padahal yang sesungguhnya membutuhkan sandaran adalah : jiwa.
Bantal adalah benda yang tampaknya sederhana, bahkan...
Ketika Allah Dipanggil Seperti Pembantu
Tentang Istisqa, Adzan, Kemarau, dan Manusia yang Baru Ingat Tuhan Setelah Kehabisan Air.
Aneh memang manusia ini. Ketika hidupnya baik-baik saja, Tuhan...
Antara Shalawat dan Cinta yang Berkhianat
Maulid, Cinta dan Kebenaran yang Sering Kita Ingkari, Mulut kita Bershalawat, tetapi Tangan Masih Mengkhianat
Setiap tahun kita memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Lampu dinyalakan. Masjid...
“Anu” (Misteri yang di mengerti)
Ada kata yang begitu sederhana, tetapi justru mampu menjelaskan hampir segala sesuatu. Ketika ingatan tiba-tiba menghilang, ketika nama sebuah benda tak kunjung ditemukan, ketika...
Pameran Tunggal Joelya Nurjanti Lahirkan Karya Segar ‘Pretty Loud’
YOGYAKARTA – Ruang pamer ViaVia Jogja Resto di Jalan Prawirotaman No. 30 malam ini dipenuhi warna-warni yang berani. Pameran tunggal Joelya Nurjanti bertajuk “Pretty...
Pak Kiai, Kok Amplopnya Lebih Tebal dari Santri?
Seperti sudah menjadi tradisi, setiap kali ada musibah kematian, Kiai Muis, pendiri sekaligus pimpinan Pondok Pesantren Tahfiz Rahmat Palembang, hampir selalu diundang untuk datang...
Kemerdekaan yang Belum Selesai
Belajar Merdeka dari Pesantren: Jujur, Istiqamah, dan Menjadi Manusia Baik
Ada kemerdekaan yang dirayakan dengan mengibarkan bendera. Ada pula kemerdekaan yang harus dirawat di dalam...
Teologi Memancing
Ada orang pergi memancing membawa joran, kail, umpan, ember, tikar, kopi, rokok, bahkan kadang membawa masalah rumah tangga. Yang tidak dibawa cuma satu: kepastian...
Pesantren Tidak Mengajarkan Politik? Lho, Politik yang Mana?
Ketika Pancasila Tidak Dihafalkan, tetapi Dihidupkan
Ada pertanyaan yang sering terdengar dari luar pagar pesantren:
“Pesantren itu mengajarkan politik tidak?”
Pertanyaan berikutnya biasanya lebih serius:
“Kalau tidak, apakah...


















