
Gubernur Herman Deru Tampilkan Program 100.000 Sultan Muda sebagai Andalan Menuju TPKAD Award 2026
Palembang – Inspirasinews,com-Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru menjadikan Program 100.000 Sultan Muda sebagai andalan dalam asesmen virtual Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) Award 2026 yang digelar dari Griya Agung, Jumat (31/7/2026). Program yang telah digagasnya selama 1,5 tahun tersebut menjadi strategi utama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel dalam memperluas akses keuangan sekaligus mencetak generasi muda yang tangguh, berdaya saing, dan mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru memaparkan program unggulannya di hadapan tim penilai yang terdiri atas Guru Besar Universitas Brawijaya Prof. Dr. Candra Fajri Ananda, S.E., M.Sc.; Direktur Badan Usaha Milik Daerah, Badan Layanan Umum Daerah, dan Barang Milik Daerah (BUMD, BLUD, dan BMD) Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah, Drs. H. Yudia Ramli, M.Si.; Asisten Deputi Keuangan Inklusif dan Keuangan Syariah pada Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Dr. Erdiriyo, S.E., M.M.; Direktur Sistem Perbendaharaan Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb), Sulaimansyah, S.E.; serta sejumlah tim penilai lainnya.

Dalam paparannya, Herman Deru menegaskan bahwa Program 100.000 Sultan Muda bukan sekadar program, melainkan sebuah gerakan strategis yang selaras dengan Asta Cita, RPJMN 2025–2029, serta agenda percepatan akses keuangan daerah.
“Program ini menjadi unggulan TPKAD Sumsel karena mampu mengintegrasikan pengembangan kewirausahaan muda dengan perluasan akses pembiayaan, hilirisasi, dan digitalisasi ekonomi,” ujar Herman Deru.
Ia menjelaskan, percepatan pelaksanaan program dilakukan melalui kolaborasi bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perbankan Himbara, Bank Sumsel Babel, perbankan swasta, serta 17 TPKAD kabupaten/kota di Sumsel.
Pada kesempatan itu, Herman Deru juga menyampaikan bahwa Sumsel merupakan provinsi pertama di Indonesia yang mengukuhkan seluruh TPKAD kabupaten/kota secara nasional.
Menurut Herman Deru, Sumsel memiliki potensi ekonomi yang besar di sektor perkebunan, pertanian, pertambangan, hingga perikanan. Potensi tersebut diperkuat melalui akses pembiayaan produktif, hilirisasi, digitalisasi, serta kolaborasi lintas sektor sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 10.956 Sultan Muda telah bergabung dalam ekosistem tersebut. Mereka tidak hanya didata sebagai pelaku usaha, tetapi juga difasilitasi untuk memperoleh akses pembiayaan, pendampingan usaha, pengembangan kapasitas, hingga peluang ekspor.

Herman Deru juga memaparkan empat strategi utama Program Sultan Muda, yakni perluasan akses keuangan, penyaluran Kredit Sultan Muda, business matching, serta penguatan ekosistem kewirausahaan. Semangat para Sultan Muda juga tercermin dari nilai pembiayaan yang telah disalurkan yang mendekati Rp1 triliun.
Sebagai pusat pembinaan, Pemerintah Provinsi Sumsel bersama OJK Sumsel membentuk Sultan Muda Center yang menjadi wadah bagi para pelaku usaha muda untuk memperoleh pendampingan, coaching, serta fasilitasi akses keuangan.
Selama 1,5 tahun terakhir, Sultan Muda Center telah mendukung sedikitnya 182 kegiatan pengembangan kapasitas. Selain itu, Pemprov Sumsel juga mengembangkan Kartu Anggota Sultan Muda sebagai identitas resmi sekaligus basis data terintegrasi untuk mengakses pelatihan, mentoring, business matching, hingga berbagai kegiatan pengembangan usaha.(Pas)











